28 Aug 2009

Joe kucing lebay yang *sok* keren

88

Nah akhirnya waktunya diriku untuk berbagi kebahagiaan award kepada teman-teman blogger, khusus di Bulan Ramadhan Bulan Penuh Berkah. Di Bulan Ramadhan ini aku mau membagi-bagikan award sebagai tanda terima kasihku kepada kalian, tapi ma[ng]ap kalau seandainya awardnya kurang bagus karena dengan keterbatasan saya membuat award ini. Hmm.... Pertamanya aku mau memberi award kepada.......... siapa ya??? Hmmm blogger-emoticon.blogspot.com

Begini saja, sebelum aku mau memberi award aku mau cerita dulu bagaimana aku bisa sampai mengenal manusia ini. Awal mulanya sech diriku ini kesasar di sebuah blog yang berjudul Blogging Portal , gak salah kan kalau pandangan awalku sebagai orang awam bahwa itu blog bergenre tutorial blog dan tepatnya untuk blogspot. Lama-lama saling lempar-melempar sandal komentar akhirnya aku tau siapa si empunya yang punya rumah. Herannya ternyata yang punya rumah itu kucing butut berkutu. Hah? Kucing kok bisa punya blog? Jangan salaaaaahhhh, ini kucing... kucing ajaib. Bahkan bisa melawak juga kayak badut, multifungsi dah, kucing bisa ngebadut, ngelucu, ngelawak, bahkan bisa ngecat kentongan satpam.

Yupz, Zujoe kucing lebay yang selalu tampil sok keren. Padahal??? Gak keren sama sekali, hehehehe. Tapi walaupun begitu, walaupun suka dijitakin, walau suka dicincang rame-rame, walau suka dimutilasi, dan bahkan suka dipitnah, tapi dia kucing yang baik loh. Buktinya walaupun semua pitnah meluncur untuknya, dia tetap berteman dengan kita semua. Dan jangan ditanya dech blognya seperti apa? Kata orang, tulisan itu bisa mencerminkan orangnya kan. Liat ajah sendiri di Blogging Portal, tuch orang seperti apa dengan melihat tulisannya, tapi saya tidak menjamin kalau setelah dari blog itu anda terserang penyakit suteres akut dan mulai suka mengupload video anda di youtube.

Tapi selama ini aku belajar tutorial blog itu dari blognya zujoe loh, misalnya ngasih emoticon di atas kotak komentar itu, tentang blockquote, dan gambar monyet yang lari-lari dibawah itu juga kupelajari darisini. Tak diragukan lagi, si kucing satu ini pintar banget dalam hal utak-atik blog. Itu hanya sekelumit kebaikan dari joe yang kuliat selama pengamatan loh. Zujoe, orang yang suka dihukum sama bosnya, orang yang suka sama Luna Maya tapi gak kesampaian dan akhirnya pacaran sama pentungan satpam. Joe orang yang mencoba untuk diet ketat dan akhirnya hancuuurr sudah, jiyakakakakak sudahlah joe ikhlaskan sajo perut gendut itu. Itu bukti kalau dirimu sedang makmur-makmurnya, hehehe. Dan zujoe adalah orang yang pertama kali memanggilku mamak dan akhirnya jadi kebiasaan di dunia maya ini, semua blogger yang kenal aku pasti memanggilku mamak. Dasar kucing aneh, eh dia gak suka dikatain aneh siy.ihikhik

Ach udah ach, ngomongin kucing butut ini bisa-bisa kita kutuan loh soalnya dia suka nyebarin kutu dan virus dimana-mana. Selain itu juga suka nyebarin spam, lihat sajo tuch spamnya di blog ini sampai mencapai angka 278 dan mungkin akan terus bertambah. Hmm... apa bisa ya spamnya bisa menembus angka 1000??? hehehehe

Dan karena itulah aku mau memberikan penghargaan berupa award untuk si kucing yang baik hati ini.

award 1 zujoe




Yupz, ini adalah award tanda terima kasihku kepada Zujoe yang secara tidak sengaja telah membantuku dalam hal pengebloggan. Walaupun mungkin sekarang rada membelok dari tutorial blog tapi postingannya masih keren kok untuk dibaca.

Sekian award yang pertama ini, untuk yang selanjutnya tungguin yee.....
blogger-emoticon.blogspot.com

27 Aug 2009

Learn easy Algebra with Tutorvista

For some students, math is the ghost in the school itself. But not for now, math is simple with Tutorvista. Algebra is not hard anymore, mathematical formulas that have always haunted the students will not be difficult anymore. To learn algebra is now easy with Online Algebra Tutor. Here the students will find learning about algebra.

Algebra Tutoring really helped the students in lessons about math. Starting from formulas, linear equations, quadratic equations will feel easier if learning through Algebra Tutor. If still confused, we can get help in Algebra Help and Free Online Algebra Help.

Now math is not to be feared again, all mathematical formulas will be resolved completely. The students had no need to worry if you can not solve mathematical formula. And if still confused again, we can get help in Algebra 2 help.

26 Aug 2009

Ramadhan Bulan Penuh Berkah

55

Bulan Ramadhan sudah lewat 5 hari, bagaimana dengan puasa kalian? Masih semangat kan? Lalu bagaimana dengan tarawehnya? Sudah mulai malas kah? Atau masih berkutat dengan taraweh dalam mimpi? Hmm semoga puasa tahun ini bisa sampai penuh dan semoga gak surut semangat terawehnya. Amien.doadoa

Bulan Ramadhan tahun ini tearasa berbeda loh, bagi diriku. Karena khusus tahun ini aku bisa merayakan Puasa ramadhan dirumah bersama keluarga, bersama orangtua, bersama kakak. Bisa menikmati sahur bersama-sama sambil nonton acara di tipi, bisa membantu mama menyiapkan menu berbuka puasa sambil becanda-becanda. Sungguh hal yang paling kubanggakan. Tahun ini benar-benar Ramadhan spesial bagiku.

Kenapa begitu? Karena Bulan Ramadhan tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. 2 tahun yang lalu, aku merayakan puasa jauh dari orangtua. Bangun sahur hanya ditemani jam beker dan makan seadanya ditempat yang jauh dari orangtua, buka puasa pun begitu. Sedangkan 1 tahun yang lalu aku juga harus menikmati ibadah puasa sendirian, bahkan aku merayakan Hari Raya tahun kemarin tanpa orangtua disisiku. Sungguh ironis, tapi apa daya. Semua itu harus terjadi demi tuntutan pekerjaan, demi menuntut cita-cita dan demi keegoisan semata. Sedih, dan hanya airmata yang menemaniku tiap malam. Apalagi tahun kemaren saat semua orang merayakannya dengan sanak saudara, aku bahkan gak bisa berkumpul dengan orangtuaku.blogger-emoticon.blogspot.com

Tapi tidak untuk tahun ini, tahun ini adalah tahun berkah bagiku. Aku bisa berkumpul dengan orangtuaku, dengan keluargaku. Bahkan bisa merayakan Hari Raya dengan saudara-saudaraku. Bahagia, tentu saja. Kesedihan setahun dan 2 tahun yang lalu tak akan kualami lagi. Sudah cukup bagiku jauh dari orangtua disaat Puasa Ramadhan, sudah cukup keegoisan ini membuatku jauh dari saudaraku.

Apalagi tiap malam aku bisa melaksanakan shalat Taraweh, dan itu sungguh membuatku lebih bahagia lagi. Ramadhan yang penuh berkah, dan semoga puasa tahun ini juga penuh berkah. Semoga puasa teman-teman juga penuh berkah. Amien.

Ehm selain itu aku juga mendapat berkah award dari seorang sahabat blogger yaitu Mas Buwel yang paling suka ngoprek blog. hehehe ihikhik



Tangkiyu ya buat semua teman-teman yang sudah sudi memberiku award. Ehm mungkin rencananya Bulan Ramadhan ini aku juga mau buat award khusus untuk teman-teman semua yang sudah sudi meluangkan waktunya untuk mampir kesini, saat ini masih utak-atik award nih. :ceksound:

24 Aug 2009

Dunia Download [dot] com

61

Buku adalah gudang ilmu, Buku banyak memberi kita inspirasi, buku bisa membawa kita keliling dunia tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya, buku juga bisa memberi kita wawasan yang mungkin belum kita ketahui. Percaya atau tidak, dengan membaca buku bisa membuat kita lebih percaya diri. Bahkan semuanya berbondong-bondong membuat slogan, “Mari mencerdaskan Anak Bangsa dengan membaca Buku.” Tak hanya itu saja, masih banyak lagi cara yang dilakukan agar kita mau untuk membaca buku.

Dan dijaman yang modern ini pun, pihak internet yang sudah hampir menjamur juga ikut berpatisipasi untuk mengajak kita agar lebih menyukai membaca buku. Cara apapun dilakukan, baik lewat penjualan buku secara online, membagi-bagikan buku dengan gratis, dan bahkan member cara yang termurah dengan download e-book, semisal Duniadownload [dot] com yang memberi cara termudah dan termurah yaitu memberi kebebasan bagi kita untuk mendownload beberapa e-book koleksi yang memang keren-keren untuk dibaca. Tak hanya itu saja, koleksi e-book yang ada di duniadownload [dot] com pun selalu apdet. Keuntungan lain bagi kita yang ingin mendownload di duniadownload [dot] com adalah kita gak perlu daftar dulu, dan bisa langsung mendownload secara gratis e-book yang ada.

Bahkan secara cuma-cuma, duniadownload [dot] com ini sudah berkali-kali membagi-bagikan buku gratis yang keren-keren lewat sayembara-sayembara yang diadakan duniadownload. Buku itu sangat berguna bagi kehidupan kita bukan? Bisa saja kita masuk ke duniadownload [dot] com dan mencari e-book apa yang kita inginkan dengan hanya melihat kategorinya saja. Semisal : Kategori computer, Olahraga, Kepenulisan, Otomotif, Novel, Komik, Humor, Cinta, Keagamaan, Bisnis, Blog, Seni dan lain-lain dan sebagainya.

Nah apa masih gak suka baca??? Sungguh kasian bagi orang yang sangat membenci hobby membaca karena mereka akan menjadi orang yang ketinggalan jaman.

21 Aug 2009

Adegan Terakhir itu

67

Keisha menatap layar televisi di depannya dengan pandangan kosong. Di layar itu menampilkan acara perpisahan kelas 3 SMA Harapan Bangsa. Keisha mendapatkan CD itu dari sekolahnya, hanya CD-lah kenang-kenangan yang ia dapatkan. Tatapan Keisha menerawang mengingat masa-masa di sekolahnya dulu. Sedikit senyum tersungging di bibir gadis manis itu kala teringat sahabat-sahabatnya yang kini berada di hadapannya, di layar televisi tersebut.

Sejenak terlihat bekas airmata di pipi Keisha yang belum diusap, sudah 3 kalinya di malam ini Keisha memutar CD itu. Matanya masih sulit terpejam, seperti hari-hari sebelumnya dan seperti yang sebelumnya juga Keisha akan terus memutar CD itu sampai matanya merasa capek dan ingin tidur.

Hanya CD itulah kenangan Keisha akan sekolahnya, tentang sahabatnya, dan hanya lewat CD itulah Keisha bisa melihat Yoga mengutarakan cinta untuknya.

@@@@@@



“Kei… hari ini ada rapat untuk perencanaan perpisahan loh.” Ujar Mona sang Ketua OSIS mengagetkan Keisha yang membaca buku di sudut taman SMA Harapan Bangsa.

“Yups, aku ingat.”

“Siip deh, ditunggu kedatangannya loh bu sekretaris.” Ujar Mona sambil berlalu pergi. Keisha hanya mengangkat tangannya dan melakukan aksi hormat pada Mona yang sudah berlalu. Saat melihat Mona itulah, tanpa sengaja lirikan mata Keisha mengarah ke sosok laki-laki di seberang yang tengah sibuk menulis sesuatu.

Baru kali ini kulihat cowok itu.’ Pikir Keisha dalam hati.

“Kei… makan yuuk, laper nih.” Kaget Dini dan Ita secara tiba-tiba.

“Ach… ngagetin ajah nih.” Ujar Keisha sambil ekor matanya melirik melihat cowok yang tadi dilihatnya beranjak pergi.

“Ehmm… kalian mau ke kantin? Okelaah, yuuk.” Digandengnya Dini dan Ita ke kantin sambil bercerita khas cerita-cerita anak SMA.

“Yoga???” Tanya Keisha pada dua sahabatnya ini ketika dia mendapatkan jawaban atas pertanyaannya tentang cowok yang dia lihat tadi di taman.

“He’em.” Dengan santainya Dini menjawab sambil mengunyah bakso.

“Kamu gak kenal Yoga Kei?!” Tanya Ita sembari sibuk dengan kacanya, maklum cewek satu ini centil abis dan kemana-mana selalu bawa kaca.

“Enggak.” Jawab Keisha sambil menggelengkan kepala dengan wajah lugu.

“HAH!!! Beneran kamu gak kenal Yoga??” kali ini Dini berkata dengan suara melengking dan mata melotot seperti melihat ‘Sapi yang sedang berjalan dengan 2 kaki’. Ita yang sibuk dengan kacanya sejenak menghentikan aktifitasnya dan menatap Keisha dengan pandangan prihatin.

“Emangnya kenapa sih, emangnya si Yoga ini cowok yang WAW dan harus dikenal gitu, kok kalian sampai segitunya. Apa Yoga ini anaknya Presiden, pejabat, jenderal, menteri, atau artis yang harus setiap orang mengenalnya?? Lebay deh kalian.” Ujar Keisha kemudian.

“Bukannya gitu Kei, kamu beneran gak kenal?” Keisha hanya mengangguk tanda bahwa dia tidak mengenal si ‘Yoga-Yoga’ ini.

“Kebangetan kamu Kei, Yoga itu kan teman sekelas kita.” Ujar Dini yang dengan suksesnya membuat Keisha terperangah tak percaya.

@@@@@@



“Emang Yoga jarang masuk Kei, kata orangtuanya sih dari kecil Yoga sering sakit-sakitan, gak bisa capek sedikit. Makanya olahraga pun dia gak bisa ikut.” Terang Dini saat di kantin tadi.

Pikiran Keisha kini dipenuhi dengan fakta-fakta bahwa cowok yang dilihatnya di taman tadi namanya Yoga dan Yoga itu ternyata adalah teman sekelasnya, karena Yoga sakit-sakitan makanya dia jarang masuk.

Pantesan ajah aku gak mengenalnya.’ Ucap Keisha dalam hati.

Tapi Yoga ternyata cowok yang lemah, gak bisa capek sedikit.’ Ujar Keisha lagi dalam hatinya, pikirannya kini menerawang jauh memikirkan tentang Yoga dan fakta-fakta yang diberitahukan Dini dan Ita padanya.

“Kei… udah dicatat kan hasil rapat kali ini?” Tanya Mona mengagetkan Keisha, seketika semua pikiran-pikiran tentang Yoga menguap.

“Ah… oh…. Ehm, udah-udah.” Jawab Keisha gugup karena sebenarnya daritadi dia tak menghiraukan rapat kali ini.

“Okeh, berarti udah clear kan teman-teman. Khusus tahun ini kita akan buat sebuah film dokumenter tentang sekolah kita khususnya kelas tiga. Dan Ketuanya adalah Keisha.” Ujar Mona lantang sambil menoleh kea rah Keisha yang terbengong-bengong menatap Mona menyebut namanya sebagai Ketua.

“HAH?! Aku Mon?? Kok aku sih kan masih banyak yang…”

“Tadi katanya kamu sanggup?!” potong Mona yang seketika langsung membuat mata Keisha terbelalak sebesar telur mata sapi.

Kapan aku menyanggupinya Mon?’ ingin rasanya Keisha bertanya seperti itu, tapi dia tak sanggup dan hanya bisa berkata, “Tapi kan masih ada teman-teman yang lebih pantas jadi Ketua ini.”

“Kei, yang cocok tuh cuma kamu. Diantara kami, cuma kamu yang bersemangat di sekolah ini. Lagipula, anak-anak juga sibuk sama kegiatan-kegiatan ekskul yang juga bakal ngadain perpisahan dan pergantian jabatan.” Terang Mona sabar.

“Tapi bukan karena cuma aku yang gak ikut kegiatan ekskul terus aku dipilih kan?!”

“Bukan Kei” jawab Mona sambil tetap sabar dan tersenyum. Mendengar jawaban Mona dan melihat senyum tulus Mona, mau gak mau Keisha harus menerima tugas sebagai Ketua dalam membuat film dokumenter ini.

@@@@@@



“Bagaimana Kei? Udah dapat ide untuk film dokumenter kita?” Tanya Mona dalam perjalanan pulang menuju gerbang sekolah.

“Belum.” Mengingat film dokumenter itu Keisha langsung tak bersemangat.

“Udah 2 minggu loh Kei, ehm… gini ajah kamu kan ketuanya, nah kamu berhak tuh buat milih atau nentuin siapa-siapa yang bisa bantu kamu. Jadinya kan lebih ringan tuh.” Saran Mona kemudian.

“Benar juga tuh, iya deh nanti aku pikirin.”

“Siip deh, aku pulang dulu ya. Udah ditungguin, bubye Kei.” Ujar Mona yang langsung pergi meninggalkan Keisha yang tengah melambaikan tangan padanya. Saat itulah Keisha melihat Yoga tengah berjalan menuju taman sekolah.

“Yoga ngapain lagi ke taman, kayaknya tuh anak sering ke taman deh.” Pikir Keisha dan di detik kemudian diangkatlah kakinya melangkah menuju ke taman sekolah. Dengan bertanya-tanya Keisha melangkah ke taman mengikuti Yoga yang terlihat sedang merenung itu.

“Yoga ngapain aja sih, kok jadi penasaran gini. Samperin gak ya?” bimbang Keisha menatap Yoga yang masih duduk termangu di taman sekolah itu, namun rasa penasaran Keisha memaksa kakinya untuk melangkah menghampiri Yoga.

“Hai… Yog.” Sapa Keisha seolah-olah terkejut melihat Yoga duduk disitu.

“Oh… hai.” Balas Yoga tanpa ekspresi.

“Napain?” Tanya Keisha yang tak bisa menutupi rasa penasarannya.

“Gak ngapa-ngapain, mau pulang.” Jawab Yoga beranjak dari tempat duduknya.

“Oh…”

“Pulang dulu ya.” Ucap Yoga sembari meninggalkan Keisha yang masih penasaran.

“Ehm, Yog…” ujar Keisha yang dengan suksesnya mencegat langkah Yoga.

“Apa?” Tanya Yoga sambil berbalik.

“Emm… kamu mau bantuin aku gak?!” Tanya Keisha gugup. Yoga hanya diam menatap Keisha, Keisha yang ditatapnya itu semakin gelisah dan gugup.

“Emm… gini. Kita kan mau ngadain perpisahan, nah OSIS rencananya mau ngadain kenang-kenangan seperti film dokumenter gitu. Kebetulan yang jadi ketuanya aku, tapi… emm gimana ya. Aku masih belum ada ide, masih bingung. Jadi gini deh, aku mau minta bantuan kamu. Bisa?!” ucap Keisha tak beraturan.

Keisha bodoh amat sih kamu, tinggal ngomong minta bantuan aja ribetnya minta mampus.’ Caci makinya dalam hati.

“Kenapa mesti aku?” Tanya Yoga masih tetap tanpa ekspresi.

Mampus lo, kenapa mesti dia. Apa jawabannya coba.’ suara di hati Keisha mengolok-oloknya.

“Emm…. Kenapa ya…” pikir Keisha garuk-garuk kepala.

Mampus-mampus-mampus kamu Kei, bego dipelihara.’ Ucapnya dalam hati.

“Gak ada alasan kan, berarti aku gak harus ngebantuin kamu.” Ujar Yoga dan berlalu pergi.

“Emang gak harus sih, tapi ini untuk kepentingan kita semua, untuk perpisahan, untuk kenang-kenangan, untuk kebersamaan kita. Dan ini satu-satunya kesempatan terakhir kita kalau kita semua itu bangga sekolah disini.” Teriak Keisha

“Yoga, kalau kamu masih punya perasaan sama sekolah ini, besok kutunggu di rapat OSIS.” Masih tetap berteriak, Keisha mencoba memberitahu Yoga yang sudah menghilang di koridor sekolah.

@@@@@@



“Kei… kok kelihatannya lemas gitu sih, belum makan ya?” Tanya Ita yang sebangku dengannya.

“Hhhh….”

“Iiihhh…. Ditanya malah menghela napas gitu. Gak sopan lo, eh gimana? Udah dapat ide?” Tanya Ita lagi sambil membuka bukunya.

“Hhh….”

“Keisha ditanyain kok cuma menghela napas terus sih daritadi. Yaaahhhhh malah ngeliatin lagi, iihhh…. Jijay ach kamu liatin gitu. Kamu normal kan Kei?” diletakkannya tangan Ita di dahi Keisha untuk mendeteksi kewarasan Keisha.

“Hari ini rapat OSIS.” Akhirnya Keisha menjawab dengan tanpa semangat.

“Terus…”

“Belum dapat ide.”

“So?”

“Gak tau.”

“Ya kan di rapat entar bisa didiskusikan tuh.”

“Kemarin aku minta bantuan Yoga.”

“Yoga?” kaget Ita mendengar kata Yoga, Keisha yang sedang tidur-tiduran di meja langsung tegak duduknya.

“He’em” jawab Keisha sambil manggut-manggut mengiyakan.

“Terus??”

“Aku suruh datang ke rapat.”

“Dia mau?”

“Don’t know.” Jawab Keisha sok cuek dan dilanjutkannya lagi bermalas-malasan tidur di meja.

@@@@@@



“Gimana nih Kei? Udah 1 jam kita nungguin Yoga, tapi anaknya gak datang-datang?” Tanya Mona gak sabar. Sore ini anak-anak OSIS menunggu kedatangan Yoga yang telah dijamin oleh Keisha bahwa dia akan datang.

“Bentar lagi deh, aku yakin pasti dia datang.” ujar Keisha sambil melirik jam dinding dengan gelisah.

“Bentar lagi? Nungguin sampai kapan? Sampai besok?” Dido yang sudah gak sabar pun ikut bicara.

“Udahlah. Kei… Yoga mungkin gak bisa bantuin kita. Ehm, teman-teman rapat ditunda besok, sekarang kalian boleh pulang deh.” Ujar Mona akhirnya. Anak-anak OSIS pun keluar ruangan dengan tidak rela, rapat yang seharusnya telah selesai hari ini akhirnya batal dan ditunda esok harinya. Mereka keluar dengan muka kecewa.

“Kei gak pulang?” Tanya Mona sambil membereskan kertas-kertas berserakan di meja.

“Eh… iya deh.”

“Udah jangan dipikirin, kita bahas konsepnya film dokumenter itu. Yaaa…. Mungkin Yoga emang gak bisa bantu.”

“Tapi, aku yakin dia mau bantu kita. Mungkin dia lupa akan rapat OSIS ini.”

“Kamu udah bilang sama Yoga kemarin?” Tanya Mona lagi dengan senyum khasnya dan duduk di sebelah Keisha.

“Udah.”

“Dia bersedia?”

“Emm… dia belum bilang apa-apa sih, tapi Mon aku yakin dia mau kok bantuin kita.”

“Alasannya?” Keisha hanya bisa diam tertunduk ditanya seperti itu oleh Mona.

“Gak bisa jawab kan?! Kei… itu bukan yakin, tapi kamu hanya mencoba meyakinkan dirimu sendiri. Udahlah, inilah kenyataannya. Yoga gak bisa bantu kita, besok kita rapat dan membahas konsepnya.” Setelah mengatakan itu, Mona pun beranjak dari tempat duduk dan pergi meninggalkan ruang OSIS.

Mungkin benar kata Mona, kemarin kan Yoga bilang sendiri kalau dia gak mau bantu. Begonya diriku.’ Maki Keisha dalam hati sambil membereskan bukunya kedalam tas. Dengan pasrah Keisha bangkit dari tempat duduknya dan ketika menuju pintu ruangan OSIS muncullah sesosok manusia yang sangat diharapkan kedatangannya di rapat tadi.

“Maaf.” Ujar Yoga sambil mengatur nafasnya.

“Kamu datang.” Keisha sangat tak percaya apa yang dilihatnya sampai-sampai dia bingung apa yang harus diucapkannya.

“Ehm… tadi kebetulan dari ruang guru terus iseng kesini.” Ucap Yoga salah tingkah dan beranjak pergi dari ruangan itu.

“Rapat ditunda besok, besok kamu bisa datang. Kami menunggu kedatanganmu.” Setelah mendengar ucapan Keisha, Yoga pun pergi dari ruangan OSIS. Keisha hanya bisa tersenyum dalam perjalanan pulang ke rumah.

@@@@@@



“Kurang seminggu lagi nih kita ngerayain tahun baru.” Ujar Mona mengawali pembicaraan di rapat OSIS.

“Rekaman semua kegiatan-kegiatan pas perayaan Ulang Tahun Sekolah kemaren sudah selesai kan Yog?” Tanya Vicky wakil ketua OSIS.

“Udah, udah selesai diedit juga kok dibantu sama anak-anak mading.” Ujar Yoga sembari menyerahkan beberapa kaset rekaman.

“Okeh… ini entar biar diedit lagi terus dimasukin ke CD.” Terang Vicky kemudian.

“Eh… biasanya pas tahun baru bukannya ada kembang api tuh.” Ujar Mona dengan sikap seriusnya.

“Bener juga!” ucap Natalia mengiyakan.

“Setiap tahun emang gitu kan, ada kembang api. Emang kenapa?” Feri pun keluar suara.

“Gimana kalau kita buat sesuatu yang beda di film ini.” Ujar Mona yang membuat semua anggota OSIS diruangan itu menjadi bingung.

“Jadi gini, diakhir film ini gimana kalau kita masukin rekaman kembang api. Menurut kamu gimana Yog?” ujar Mona lagi.

“Emm… bagus juga. Udah gitu, ending dari semua film ini lebih bagusan lagi kalau kita ambil sudut-sudut dari sekolah ini, lorong-lorongnya, koridor, ruang kelas. Apalagi kalau pas sore hari, hasilnya pasti bagus.” Ucap Yoga yang kemudian disetujui oleh anggota OSIS.

“Nah keren tuh… entar biar kamu sama Keisha yang merekam ya?” ujar Mona lagi membuat Keisha terbelalak kesekian kalinya.

“Oke deh, rapat selesai. Mulai besok, selamat berlibur semuanya dan selamat Tahun Baru.” Ucap Mona mengakhiri rapat hari ini.

@@@@@@



“Teman-teman! Hari ini kita bebas selama 4 jam pelajaran.” Teriak Doni didepan kelas.

“Kenapa?” Tanya Indah

“Pak Agus gak masuk, katanya sih sakit. Sakit ambeien kali.” Uajr Doni yang membuat seisi kelas tertawa gaduh.

“Huh… ngapain enaknya sekarang ya Kei.” Keluh Ita sambil tiduran di Meja, tak dipedulikannya keluhan Ita. Saat ini, saat jam pelajaran kosong, saat ruang kelas berubah menjadi pasar, saat para penghuni kelas berlomba-lomba mengeluarkan suara, hanya Keisha yang termenung melamunkan sesuatu. Tangannya menopang dagu di meja, 2 bangku didepannya sosok Yoga juga kelihatan terdiam mencorat-coret buku.

Selama ini Yoga gak pernah terekam, jadi gak ada gambar Yoga sama sekali.’ Ujar Keisha dalam hati sambil tetap menatap sosok Yoga yang masih sibuk menulis sesuatu. Dihampirinya tempat duduk Yoga sambil menenteng handycam mencoba merekam aktifitas Yoga saat ini.

“Jangan rekam aku.” Ucap Yoga sambil tangannya menutupi handycam saat dia tahu Keisha tengah sibuk merekamnya.

“Kenapa??” Tanya Keisha.

“Aku gak suka direkam atau difoto.”

“Ohh…”

“Eh, bagaimana kalau kita rekam sekolah ini?” usul Yoga kemudian.

“HAH?!”

“Dasar lemot, bawa handycamnya. Jam segini ada sudut-sudut disekolah ini yang bagus buat diambil gambarnya.” Ujar Yoga yang kemudian ditariknya tangan Keisha keluar kelas.

“WOW!!! Tak kusangka cahaya matahari di sore hari membuat tamannya jadi indah.” Keisha terkagum-kagum melihat pantulan sinar matahari.

“Dari aula ini, tamannya terlihat seperti sebuah lukisan kan dengan background sinar matahari senja.” Jelas Yoga, namun Keisha terlalu mengagumi keindahan sore ini hingga dia tak terlalu mempedulikan apa yang dikatakan Yoga.

“Aku yakin kamu mencintai sekolah ini walaupun kamu sering absen.”

“Bagiku suka gak suka, hidup ini hanya sebuah film.” Jawab Yoga pelan, Keisha yang mengagumi keindahan sore itu seketika menoleh menatap Yoga.

Yoga kelihatan cakep, sinar matahari itu memantul dari rambutnya, bajunya, jam tangannya. Aku benar-benar melihat keindahan yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.’ Ucap Keisha dalam hati ketika ditatapnya Yoga yang kelihatan muram itu.

“Kenapa?”

“HAH… oh… ehm, enggak apa-apa kok.” Seketika Keisha menjadi gagu saat terpergok memandangi Yoga.

“Loh kalian disini. Aku cariin di kelas tadi, ternyata di aula.” Suara Vicky menggema mengagetkan Keisha dan Yoga. Yoga hanya tersenyum menyapa Vicky.

“Ada apa?” Tanya Keisha akhirnya.

“Gini Yog, ternyata semua komputer di sekolah ini dipakai. Jadi kita gak bisa ngedit atau masukin rekaman ke CD. Mau pinjam pihak mading gak bisa, ruang audio-visual gak bisa juga, lab. komputer sama aja. Padahal waktu kita mepet banget, habis tahun baru harus udah selesai. Abis itu, persiapan buat Ujian. Yaa… mungkin kamu punya masukan?” jelas Vicky panjang lebar.

“Aku bawa aja kasetnya, aku punya teman yang bisa kok.” Usul Yoga kemudian sambil tetap tersenyum.

“Hufz… untunglah. Makasih ya, untung aja kamu mau bantuin kita.”

“Sama-sama.”

@@@@@@



Selasa, 01 Januari 2007
Dear Diary

Semalam aku pergi sama Yoga nonton kembang api dimalam tahun baru, tentunya sambil merekam untuk film dokumenter kita. Yoga kelihatan cakep loh ry dengan t-shirt garis-garis dan jaket kulitnya. Tentunya juga aku berusaha membuat diriku cantik dan feminism kemaren.

Eh Yoga perhatian loh selama kita nungguin kembang apinya muncul. Kita cerita-cerita ry, mulai dari masuk sekolah SMA Harapan Bangsa sampai cita-cita kita. Sedih rasanya kalau mengenang perpisahan, apalagi Yoga kemarin bilang kalau mungkin tahun besok dia gak bisa melihat kembang api itu. Kenapa ya? Apa dia mau pindah? Tapi bukannya tiap tahun baru dimanapun kotanya pasti ada acara kembang api bukan? Terus kenapa Yoga berkata seperti itu.

Saat kembang api dimulai, kita sempat lupa loh buat merekamnya. Abisnya kembang apinya bagus banget hehehehe…

Tapi… di pertengahan nonton kembang api itu ada insiden ry. Gak tau dimulai darimana, aku dan Yoga berciuman. Tapi Yoga langsung sadar dan bilang minta maaf ke aku. Padahal aku bilang aku suka dia, tapi dia gak mau mengerti dan tetap minta maaf sambil terus bilang bahwa ini gak boleh terjadi. Memangnya kenapa? Apa aku salah kalau aku suka Yoga?

Saat itu aku marah sama dia dan langsung pergi begitu saja. Kutinggalin dia ry dan pulang ke rumah.

Hari ini aku nyesel kenapa kemarin aku bersikap seperti itu. Kayaknya hari Rabu besok pas masuk sekolah aku harus minta maaf deh sama Yoga. Hufzz…

@@@@@@



“Wuooiii… Keisha Aristyas!!!” teriak Ita ditelinga Keisha yang seketika langsung gelagapan.

“Ah.. kenapa Ta?”

“Kenapa-kenapa, kamu tuh yang kenapa? Daritadi bengong aja kerjaannya. Udah istirahat nih.”

“Ooohhh…” lemas Keisha menanggapi Ita.

“Yaelah, kayaknya kamu gak punya semangat hidup deh. Kamu kenapa Kei? Sakit?” Tanya Ita prihatin.

“Yoga kok gak masuk ya hari ini?”

“HAH? Yoga? Bwahahahahaha… hahahahaha…” Keisha yang mendengar tawa Ita hanya bisa terheran-heran.

“Kok ketawa?”

“Nah kamu sih nanyain Yoga. Kenapa? Kangen?”

“Emang gak boleh nanyain Yoga?” Keisha yang merasa ditertawakan langsung sewot.

“Boleh-boleh aja Kei, gak ada larangan kok. Ya cuma tumben aja, bukannya selama ini Yoga emang jarang masuk dan kamu gak pernah peduli kan. Kok sekarang kamu mulai mempedulikan keabsenannya si Yoga ini. Nah aku sebagai teman sebangku plus sahabat kamu ini jadi bingung, dari kebingunganku itu aku jadi menduga-duga kalau-kalau kamu mulai perhatian sama si Yoga ini. Begono.”

“Terserah lah…” ujar Keisha tanpa semangat dan langsung tiduran di mejanya.

“Iiihh… dasar aneh, dibilangin malah bilang terserah. Gak makan Kei? Kamu gak ke kantin apa?”

“Kalau kamu ke kantin, pergi aja deh.” Jawab Keisha dengan tetap tidur-tiduran di meja. Saat ini dipikiran Keisha hanyalah Yoga, Yoga dan Yoga. Yoga yang bekerjasama dengannya dalam pembuatan film dokumenter untuk perpisahan sekolah, Yoga yang menjadi teman sekelasnya, Yoga yang gak mau direkam gambarnya dan Yoga yang telah menciumnya dimalam tahun baru yang kemudian meminta maaf dan mengatakannya bahwa ini gak boleh terjadi.

Setiap teringat Yoga, kejadian di malam Tahun Baru itu selalu terputar kembali dalam ingatannya. Saat Keisha dan Yoga berciuman lalu Yoga melepas ciuman itu dan meminta maaf berkali-kali sambil mengatakan bahwa ini gak boleh terjadi. Keisha kaget dengan perilaku Yoga, tapi dia ingin mengatakan bahwa dia suka Yoga. Tapi Yoga seperti gak mau mencoba untuk mengerti perasaannya dan terus meminta maaf sambil mengatakan ini gak boleh terjadi. Keisha gak bisa terima dengan kelakuan Yoga, dia berpikir bahwa Yoga tidak menyukainya. Di detik kemudian, Keisha berlari, berlari dan terus berlari meninggalkan Yoga yang tertunduk lemas. Keisha terus berlari dan berharap dia gak bertemu lagi dengan Yoga.

@@@@@@



Waktu terus berlalu, Ujian Nasional telah selesai. Pentas Seni pun diadakan dalam rangka merayakan acara perpisahan, kegembiraan menyelimuti SMA Harapan Bangsa, senyum tersebar dimana-mana. Wajah-wajah sumringah terlihat di seantero SMA Harapan Bangsa, tapi tidak bagi Keisha karena sampai saat ini dia belum melihat batang hidung Yoga secuil pun.

“Kepada para anggota OSIS, diharap berkumpul di ruangan OSIS saat ini juga.” Menggema suara Mona memberi pengumuman lewat pengeras suara. Keisha yang merenung di bangkunya dengan malas berdiri dan pergi ke ruangan OSIS memenuhi panggilan Mona.
Sesampainya diruangan OSIS tak dilihatnya satupun anggota OSIS disana. Sambil menunggu anggota OSIS lainnya, Keisha menghampiri kursi yang tertata rapi di sekeliling meja. Dihempaskan pantatnya di kursi yang tak empuk itu. Hufzz… ternyata menghela napas pun masih belum bisa menenangkan pikirannya tentang Yoga. Beberapa menit kemudian, datanglah satu persatu anggota OSIS dan rapat pun dimulai.

“Teman-teman, mungkin sebenarnya yang akan saya sampaikan di rapat kali ini bukanlah berita yang bagus.” Ujar Mona dengan nada sedih. DEG! Jantung Keisha berdetak dengan cepat, pandangan mata Mona menabrak pandangan Keisha. Sesaat mereka berpandangan.

“Berat bagi saya untuk mengatakannya.” Ujar Mona kemudian sambil tertunduk sedih. Hening seketika.

“Sekolah mendapat berita bahwa salah satu teman kita telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Selama ini Yoga Aditya mengidap penyakit leukemia dan sekarang dia sudah tak bisa ditolong lagi.” Selesai mengatakan itu Mona langsung terisak, Natalia berpelukan dengan Mega sambil menangis. Ruangan OSIS diselimuti tangis dan haru, airmata menghiasi setiap wajah anggota OSIS.

Namun lain hal dengan Keisha, dia malah terdiam tak bergerak sedikitpun. Saat ini dia bingung akankah dia bersedih dan menangisi kepergian Yoga. Keisha hanya bisa diam tak bergerak seperti patung. Pandangan matanya kosong dan lurus ke depan.

@@@@@@



Alunan lagu Peterpan mengalun lembut saat tayangan di televisi menggambarkan tentang keadaan sekolah, ruang kelas, taman, jalanan SMA Harapan Bangsa dan semua tentang SMA Harapan Bangsa.

Keisha terus mengamati layar televisi dengan pandangan kosong, air matanya sudah kering. Alunan lembut suara Ariel Peterpan pun berhenti, hening seketika. Tapi Keisha masih tetap menatap layar televisi.

“Maaf, aku udah lancang pinjam handycam ini sebentar.” Suara yang sangat dikenal Keisha selama ini terdengar lagi lewat spiker televisi.

“Sebenarnya aku gak suka direkam-rekam, aku ingin seperti burung yang gak pernah meninggalkan jejaknya diranting pohon. Tapi mau bagaimana lagi.” Keisha tersenyum samar menatap gambar Yoga dilayar televisi itu.

“Kei aku minta maaf atas kejadian malam Tahun Baru itu. Bukannya aku gak menyukaimu, aku menciummu bukan hanya terpengaruh suasana tapi sejujurnya aku terpengaruh sama perasaanku sendiri.

Aku harap tahun besok kau tidak pergi melihat kembang api bersama cowok lain. Mengerti kan maksudku? Ini ungkapan cinta Kei, aku mencintaimu.” Bzzt… layar televisi pun telah menyelesaikan tugasnya menayangkan gambar-gambar yang sudah direkam ke CD tersebut. Keisha masih tetap diam dan menatap layar televisi yang sudah tidak menayangkan apapun.

“Aku akan tetap mengenangmu sampai kapanpun Yoga Aditya.” Ucap Keisha dalam hati dan beranjaklah ia ke tempat tidurnya yang empuk. Terpejamlah matanya yang kemudian mengantarkannya kedalam mimpi yang sudah menunggunya. Dilihatnya Yoga tersenyum menatapnya, tanpa berpikir lagi diraihnya tangan Yoga dan pergilah Keisha bersama Yoga ditengah tebaran bunga yang indah.

@@@TAMAT@@@



NB1: Sekalian Mengucapkan Met Menjalankan Puasa Ramadhan, aku mau meminta maaf kepada teman-teman semua atas kesalahanku baik yang disengaja atau tidak, baik yang kelihatan maupun tidak. Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang utuh dan fitrah di Hari Raya Kemenangan ini. Amieeennn....doadoa
NB2: Sekalian juga mau mengucapkan Selamat Ulang Tahun buat Bang Buwel, semoga makin sukses.
blogger-emoticon.blogspot.com

19 Aug 2009

Bukti rasa sayang

65

Langsung saja ach aku gak mau berbelit-belit karena memang sejujurnya sudah lupa dengan apa yang akan kukatakan, hehehehe. Sebenarnya kalau berbelit-belit bisa menghabiskan tempat dan waktu, karena khusus disini aku akan menunjukkan bukti rasa sayang teman-teman blogger kepada diriku ini.

Tapi sebelumnya aku mohon ma[ng]ap karena jujur aku sudah lupa siapa yang memberi apa, jadinya aku mau sebutin dulu ajah yang memberikan bukti rasa sayang mereka terhadap diriku ini, diantaranya : Mbak Fanny , Mastrie , ROBI , IBNU MAS'UD , Dicky Polar , Mocca-chi , Andie Gokil dan aku lupa.

Dan inilah buktinya kalau mereka menyayangiku *mengharap*




Ya itulah bukti rasa sayang yaitu award yang kudapat sudah lebih dari 2 minggu yang lalu, jadi aku minta ma[ng]ap karena aku sudah lupa yang ini dikasih siapa. Maklum otak dibawah rata-rata mengingatnya, hehehehe. Eh tapi ternyata ada lagi loh Pe-ernya yang kusimpan di draft, gak tau dari siapa sudah lupa aku. Ehmmm dari mastrie kayaknya, ach gak tau ach aku kerjain ajah dech biar semuanya beres, terus udah gak ada lagi kutang utang.







Selesai-selesai-selesai, hip-hip huraaayyyy.... hip-hip huraaaayyyy..... Sudah ach, sudah selesai, bagi siapapun yang mau menggondol award darn pe-ernya silahkan sajo tak ada larangan. Siiippp, tangkiyu yak yang sudah mau ngasih award dan pe-er untuk diriku ini. Dan kuanggap itu adalah bukti rasa sayang kalian terhadap cewek imut nan mungil ini, hehehe.

17 Aug 2009

Jangan Menyerah & Merdeka!!!

61

"Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah.... Tetap jalani hidup ini, dan lakukan yang terbaik..." ~D'masiv mode ON~music1

Telah lama sudah diriku meninggalkan dunia blogging, gak blogwalking, gak apdet blog, dan udah mulai gak nyepam-nyepamm lagi. Ada apakah diriku ini??? Sampai blog ini kotor sekali, sudah 2 mingguan aku gak mendatangi bahkan mengintip pun tidak ke blog ini. Dan di pagi ini kulihat ternyata banyak sekali komentar dari teman-teman yang mencari diriku, memberi semangat untuk diri ini. Bahkan Zujoe malah menghadiahkan kutunya disini banyak sekali pada diriku, hehehe.

Dan ternyata semangat itu muncul ketika aku melihat namaku tidak tercantum di kontes-kontes yang kuikuti, aneh bukan?! Yupz, aku merasa kalau orang gak langsung bisa bersepeda bukan... mereka perlu latihan bersepeda sampai terjatuh-jatuh hingga akhirnya lancar bersepeda dan bahkan bisa ngebut segala. Dan aku yakin ini masih awal, dan memang benar awal bukan. Karena aku baru sekali mengikuti kontes. Orang gak akan pernah mengerti rasanya api kalau mereka belum pernah terbakar, bukan begitu???

Akhirnya inilah saya disini untuk mulai lagi apdet blog, dan akan berusaha blogwalking. Tapi mungkin masih belum semuanya soalnya banyak banget ketinggalannya aku ini. hehehe

Aku minta maaf buat teman-teman yang sudah memberi award tapi belum aku pajang, dan aku mau mengucapkan juga MERDEKA!!! buat Negara Republik Indonesia. blogger-emoticon.blogspot.com

Photobucket



Sungguh aku rindu dengan teman-teman blogger semuanya, sudah ketinggalan banyak kabar-kabari nih aku. Hmm aku mau memulai lagi dari awal untuk blogwalking dan mencari teman sebanyak-banyaknya, karena sungguh tanpa kalian aku bukanlah siapa-siapa *Lebay*



NB : Jempol kakiku udah sembuh akhirnya setelah kecelakaan kemaren, dan buat makhluk-makhluk di YM makasih banget yak mau nemenin aku cerita-cerita lewat YM.senam

5 Aug 2009

Dibutuhkan : Suntikan Semangat!!!

72

DIBUTUHKAN SEGERA : SUNTIKAN SEMANGAT!!! Yupz, saat ini diri ini si cewek imut nan mungil ini sangat membutuhkan sekali suntikan semangat dari teman-teman semua untuk terus menulis dan menghasilkan tulisan-tulisan di blog ini. Hufzzz..... suntikan-suntikan semangat kemarilah... blogger-emoticon.blogspot.com

Sebenarnya sih ya bukan lagi kenapa-kenapa atau lagi ada masalah, bukan. Untuk menulis pun aslinya kepengen banget, bahkan award-award yang sudah diberikan teman-teman blogger sudah ada di draft tinggal edit-edit tulisan terus dipajang dech. Konsep-konsep untuk penulisan di blog pun sudah tersedia, tapi ya kagak tau nih kok ya gak ada semangat buat apdet blog. Untuk nyepamm pun hanya sedikit gairahnya, bener-bener butuh suntikan semangat nih.

Apa semangatku hilang karena abis mendonorkan darah kemaren minggu ya di PMI, hmmm mungkin juga. hehehehe

Aduuuhhh jadi kagak penting nih ceritanya, yang jelas disini lagi MEMBUTUHKAN SUNTIKAN SEMANGAT nih. Keinginan untuk ngeblog udah hampir di titik nol, saat ini lagi menumbuhkan semangat dengan membaca-baca ebook yang didapat dan lagi sibuk dunlud game banyak banget. Mungkin ada yang ingin game atau e-book yang diinginkan bisa daftar disini, siapa tahu saya bisa dapatkan dan kalian pun bisa mendapatkannya secara gratis dengan kasih email kesini. Ini bukan semata-mata untuk kepentingan saya, tapi cuman ingin menumbuhkan semangat saja siapa tahu dengan cara begini semangat ini tumbuh kembali. blogger-emoticon.blogspot.com

2 Aug 2009

Movie Event 2009

61

Lagi enak-enaknya blogwalking, eh gak taunya nyampe di Sebuah Blog yang memberikan sebuah pengumuman kepada para movie holic, ya walaupun gak hobby menonton juga bisa kok mengikuti event ini. Sebuah Event yang gak ada salahnya untuk diikuti, Movie Event 2009. Event yang diadakan Sebuah Blog dengan cara membagi-bagikan secara gratisan 5 film yang menurutku memang keren. Gratisan??? Bener gratisan, secara gratis tanpa dipungut biaya dan caranya pun mudah. Simak dulu ya tulisan ini sampai habis, pasti akan tau caranya bagaimana.

Nah 5 film yang akan dibagikan itu antara lain :

1. Transformer 2
2. Night at The Museum 2
3. Angels and Demon
4. Fast and The Furious 4
5. SAW V

Nah keren kan film-film yang akan dibagikan itu, sekarang caranya bagaimana?? Bentar dulu, aku beritahukan caranya yang seperti dibawah ini :

1. Kirim email kamu ke : event.sebuahblog@yahoo.com
Dengan format email-nya seperti contoh dibawah ini :

Nama : Manohara Dududz
Umur : 20 tahun
Alamat : Jl. Cinta no. 5 Rt. 08 RW. 08
Film Pilihan : Transformer 2
Tau event dari : Teman (Fitria handayani, kenza_v3acoolz@yahoo.co.id)

Catatan (copy-paste):
a. Jika Anda mengetahui event dari teman Anda, maka Anda harus mencantumkan nama dan alamat email teman Anda tersebut. Di event ini akan ada 5 pemenang, masing-masing film memiliki 1 orang pemenang. Empat orang pemenang diantaranya akan diambil dari Anda yang paling banyak memberikan informasi dan berhasil mengajak teman Anda untuk mengikuti event ini. Jika nama Anda banyak tercantum di "Tau Event dari", maka semakin besar peluang Anda untuk menang. Satu orang pemenang lainnya ditentukan secara acak. Jika Anda mengetahui event ini dari sumber lain selain teman, maka tuliskan sumber tersebut. Misalnya Google, Shoutbox, dan lain sebagainya.

b. Satu orang peserta diperbolehkan memilih lebih dari satu film, tetapi dalam email yang berbeda. Jadi, jika Anda menginginkan 5 film, maka Anda harus mengirimkan 5 email.

c. Penulisan alamat rumah harus sejelas dan selengkap mungkin, karena ke alamat itulah film akan dikirim.

2. Pemenang tidak dipungut biaya sedikitpun. Event ini hanya sebagai ajang saling berbagi sesama pecinta film.

3. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 15 Agustus 2009.

4. Jika Anda memiliki blog, pasang banner ini di blog Anda dan tambahkan link yang mengarah ke event ini. Seperti contoh dibawah, dan bisa langsung di copy-paste di blog kalian.

Movie Event 2009



5. Selamat bergabung dan jangan lupa ajak teman-teman Anda !!

So, buat semuanya yang menginginkan secara gratis salah satu dari 5 film tersebut cepetan kirim email ke event.sebuahblog@yahoo.com dan lakukan cara-cara seperti diatas. Jangan lupa pula, jika tau event dari saya tuliskan nama saya ya Fitria Handayani dengan email saya kenza_v3acoolz@yahoo.co.id

Kalau masih ada yang belum jelas, silahkan lansung ke tempatnya dengan mengklik banner diatas itu. Oce kawan-kawan semua.
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com