18 Apr 2009

Pe-er + Award = Suntikan semangat ngeblog

10

Saat bulan memasuki tangga keempat yang bernama Bulan April, saat itulah semangatku langsung kendor. Aku bingung mau ngapain dan jadi males ngapa-ngapain. Aku butuh suntikan semangat dan vitamin penyemangat, agar aku bisa bersemangat lagi dalam menyongsong hari esok *jiyaaaaahhhhhh*

Oke-oke semangat memang penting dan ternyata semangat itu aku dapatkan dari blogwalking, padahal awal mulanya aku males buat ngeblog lagi. Tapi aku coba-coba iseng-iseng mengunjungi para sobat blogger yang sudah nangkring di shoutmix dan yang sudi berkomentar. Meninggalkan koment-koment dan mengisi shoutmix, liat award-award yang terpajang dan 25% semangatku kembali, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit khan.

Dan untuk menambah semangat lagi tak segan-segannya sobat blogger yang bernama nna memberiku pe-er dan award. Sebenarnya udah beberapa hari yang lalu pe-er ini dilemparkan. Sebenarnya pe-er ini udah lama banget aku liat di blognya mbak Linda Belle . Yupz, this is pe-ernya:

1. choose a singer/band/group
> AVRIL LAVIGNE

2. put the picture of the singer/band/group



3. Answer using OnLY TITles os Songs by that singer/band/group
> ini artinya apa??? harus menjawab setiap soal dengan lagunya gitu tah???

4. Male or Female
> Who Knows (siapa yang tahu saya itu female or male)

5. Describe yourself?
> Complicated

6. What people feel when they're around you?
> Unwanted (saya emang makhluk yang tidak diinginkan keberadaannya dikarenakan keimutan saya, hehehehehehe)

7. How would you describe your previous relationship?
> together

8. Where would you want to be now?
> Temple of life (bingung yang ini mah, lagian temple kan candi jadi ya milih candi ajah dech, wkwkwkwkwkwk)

9.What your life like :
> Freak out (artinya orang sinting loh, hehehehehe)

10. What would you ask for if you had only one wish ?
> Mobile

11. say something wise:
> My Happy Ending

12. What do you think of your bestfriend?
> I'm with you (yupz, my friend i'm with you)

Dan award yang kudapat adalah :

(Dari nna si Odong-Odong). Padahal diriku terlalu dangkal untuk mendapatkan award inih.

Selanjutnya dari si romantis Rheeaz .

Whuuu...... international man..... apa kagak salah tuch. Tapi yasutralah, yang jelas makasih semuanya. Karena dukungan dan dorongan kalian sampai saya terjatuh telah membuat saya mengembalikan sedikit demi sedikit semangat saya.

Terima kasih kuucapkan karena ditengah kemelut yang saya hadapi kalian masih sudi menebarkan semangat lewat komentar-komentar sehingga saya yakin hidup saya sedikit lebih bermakna berkat sobat-sobat semuanya. Cieeee.... kata-kata saya, tapi ini sungguhan loh. hiyakakakakakak

PS: si vie_three ini telah kembali lagi jadi keep blogging dan SEMANGAT terussss!!!!

15 Apr 2009

Just Memories

35

BRUAK!!! Asti menggebrak meja didepannya. Semua mata diruangan langsung menatap Asti lekat-lekat.

"Kalian ini niat rapat atau enggak sih. Semuanya ribut sendiri-sendiri." sentak Asti yang dengan suksesnya membuat suasana di ruangan itu menjadi hening.

"Hey, kalian yang di pojokan. Ini bukan tempat mesum, tauk. Udah ach, rapat selesai!!!" Dengan sigap, Asti langsung mencangklong tas dan meninggalkan ruang rapat. Para peserta rapat hanya bisa mengantar kepergian Asti dengan pandangan mata bertanya-tanya.

"Asti kenapa sih Ren?" tanya Dika, yang juga termasuk peserta rapat tadi setelah kepergian Asti dari ruangan rapat. Reni yang ditanya pun hanya bisa mengangkat bahu tanda bahwa dia juga gak mengerti dengan keadaan Asti ini.

"Nah kamu kan sahabat kentalnya kan? Masak gak tau sih?" Yogi pun angkat bicara karena dia adalah wakil ketua rapat tadi, sedangkan Ketuanya adalah si Asti, cewek cantik yang akhir-akhir ini sering meluapkan emosi.

"Iya Ren, Asti itu kenapa? Dalam beberapa bulan ini sifatnya berubah 180 derajat" si Mona, cewek yang berada di pojokan saat rapat tadi berlangsung juga ikutan nimbrung.

"Hhhhh...... aku emang sahabatnya, tapi itu sebelum Asti seperti sekarang ini. Sejak ditinggal Nino, Asti jadi aneh. Ya seperti tadi." ucap Reni akhirnya untuk mengklarifikasi keadaan.

"Coba deh kamu ajak Asti bicara, mungkin dia masih terpukul atas kepergian Nino." ucap Yogi bijaksana. Sejenak kelihatan Reni berpikir, tapi kemudian kepalanya bergerak mengangguk. "Akan aku usahain, ini juga demi Majalah Kampus ini."

####################

'Satu persatu telah kuhapus
cerita lalu diantara engkau dan aku.
Dua hati pernah percaya
seribu mimpi tanpa ragu tanpa curiga.'

Terdengar suara Anggun mengalun menyayat hati didalam kamar Asti.

'Ku tak ingin lagi menunggu menanti.
Harapan tuk hidupkan cinta yang telah mati.
Kutak ingin coba, hanya tuk kecewa.
Lelah ku tersenyum, lelah ku bersandiwara.'

Diatas kasur, Asti menatap foto yang terbingkai indah. Foto dirinya bersama Nino, kekasihnya dulu sebelum akhirnya ajal menjemput Nino lewat kecelakaan balapan liar yang diikuti Nino. Asti hanya bisa tersenyum tanpa ada suara, tatapan matanya kosong.

####################

"ASTI" teriak Reni saat melihat Asti berjalan menyusuri parkiran. Asti yang mendengarnya langsung menghentikan langkah dan menoleh.

"Ih waw." Reni hanya bisa melongo melihat Asti hari ini. Asti hanya tersenyum menunggu Reni.

"Kamu beda As?!" kata itulah yang akhirnya keluar dari bibir mungil Reni.

"Beda apanya?" tanya Asti sambil tetap tersenyum.

"Lihat, kamu tersenyum." ucap Reni takjub, seperti terdengar dia sedang mengatakan "Lihat! ada bulan bisa ngomong!!!"

Asti hanya menyunggingkan senyum.

"Oh iya As, aku mau ngomong sama kamu." kata Reni teringat akan pembicaraan bersama anak-anak kemaren.

"Nah, sekalian perutku sedang laper. Mending kita ngobrolnya dikantin ajah yuuk...." ajak Reni sambil menggamit lengan Asti. Asti hanya menurut saja mengikuti langkah Reni yang menuju kanting yang masih lengang.

Setelah memesan nasi goreng, Reni duduk didepan Asti (duduk dibangku depannya Asti maksudnya, bukan di depannya Asti.)

"Kamu yakin gak makan?" tanya Reni sekali lagi, dan Asti hanya menggelengkan kepala untuk kesekian kalinya.

"Aku traktir deh, jarang-jarang loh aku yang nraktir." Asti hanya tersenyum dan menggelengkan kepala lagi.

"Oke deh, terserah kamu. Yang jelas kamu jangan nyesel loh ya."

"Kamu mau ngomongin apa?!" tanya Asti mengingatkan Reni akan tujuannya tadi.

"Tapi kamu janji gak akan marah kan?!" Asti tetap tersenyum dan mengangguk.

"Jadi gini, kemaren anak-anak tanya ke aku secara aku kan sahabat terdekatmu kan As. Mereka itu tanya, kenapa Asti sekarang berubah banget, suka emosian, gak kayak dulu yang sangat murah senyum. Tapi jujur As, hari ini aku seperti melihat Asti yang dulu." Sekali lagi Asti hanya tersenyum.

"Mereka merasa aku berubah?" Reni mengangguk dengan cepat.

"Suatu ketika kalian semua akan mengerti mengapa aku berubah." ucap Asti penuh misteri. Reni bingung mendengar ucapan Asti, tapi waktunya untuk berpikir telah tersita dengan nasi goreng yang kini sudah berada di hadapannya. Reni terlalu lapar untuk memikirkan ucapan Asti, mungkin saja Asti akan mengatakan penyebabnya suatu ketika. Itu pikirnya.

"Eh nanti siang kamu mau kemana As? Kita keluar yuuk, jalan-jalan. Udah lama nih kita gak jalan-jalan. Aku kan kangen." ucap Reni disela-sela sendokan nasi gorengnya.

"Aku ada acara nanti siang." jawaban Asti yang keluar telah membuat Reni sukses kecewa.

"Yaaaahhhh...... emang acara apaan As? Oh iya, Majalah Kampus gimana?"

"Mungkin aku akan lama gak urusin Majalah Kampus." jawab Asti sambil tetap tersenyum.

"LOH kok gitu? Kamu mau pulang kampung?" tebak Reni dan tetap senyumanlah jawaban yang diberikan Asti.

"Ya udah ya Ren, aku mau pergi. Gak ada waktu lagi. Titip kertas ini yach." ucap Asti yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Reni yang terbengong-bengong bersama nasi goreng di mulutnya.

'Mungkin Asti membutuhkan suasana baru dan mungkin itu bisa ia dapatkan dengan pulang kampung. Toh kampungnya di Bandung emang sangat nyaman dengan suasana yang menyejukkan.' begitulah pikir Reni sambil terus melanjutkan ritual makan nasi gorengnya. Namun di detik kesekian, Yogi datang mengagetkan Reni.

"Whei, ini anak malah disini." kejut Yogi yang membuat Reni terlonjak kaget dan menumpahkan nasi goreng di sendoknya yang akan masuk ke mulut mungilnya.

"Apaan sih?!" bentak Reni.

"Jiyaaahhh..... malah bilang apaan sih. Kamu denger kabar? si Asti kecelakaan semalem." Kata-kata Yogi seperti petir menyambar. Pandangan Reni menyiratkan ketidakpercayaan.

"Ha-ha-ha-ha..... Kamu kalau bercanda jangan sepagi ini dong. Gak lucu tauk." Reni pun tertawa sumbang menertawakan Yogi.

"Siapa yang bercanda Ren, aku tadi tuh dapat beritanya dari Rektor. Nah si Rektor ini ditelpon keluarganya, semalem Asti ngebut pulang ke Bandung dan mobilnya masuk jurang. Untung aja identitas............... polisi ................... dan ................. terus .................. Loh Ren." Kaget Yogi melihat Reni limbung dan terjatuh pingsan.

####################

"Reni, udah sadar." terdengar suara Mika.

"Kamu gak pa-pa Ren?!" suara Yogi terdengar gelisah.

"Reni......" panggilan Mona akhirnya membuat Reni sadar seutuhnya.

"Kalian .......... Asti ........" ucapan Reni terbata-bata.

"Sabar ya Ren, semua ini sudah takdir." Mika mencoba menenangkan tapi Reni masih belum bisa menangkap semua kenyataan yang telah terjadi.

"Reni, nanti kita sama-sama mau ke Bandung." ucap Mona

"Jadi berita itu benar, itu tidak mungkin. Asti baru saja tadi pagi cerita-cerita sama aku di kantin. Dia baru mau pulang kampung nanti siang." suara Reni terdengar sangat shock.

"Itu tidak mungkin kan?!" tanya Reni sekali lagi meminta jawaban dari mereka. Tapi Mika, Mona, dan lainnya hanya bisa menatap sedih kearah Reni.

"Kalian emang gak bakalan percaya, tadi......" Reni menghentikan pembicaraan dan teringat akan pemberian Asti. Dirogoh-rogohnya saku celananya dan ketemulah yang dicari.

"Ini buktinya! Asti nitip ini, ini sungguhan!!!" kata Reni sambil menyodorkan kertas pemberian Asti kearah Yogi. Yogi tampak ragu-ragu mengulurkan tangan menerima pemberian Reni.

"Buka Yog, apa isinya?" perintah reni kemudian, Yogi masih ragu-ragu walaupun tangannya mulai membuka kertas itu.

"Yog, apa isinya?" tanya Reni, namun Yogi sudah tidak dapat berkata-kata lagi. Tatapan matanya menyiratkan ketidakpercayaan, ketakuta, dan kesedihan. "Kamu benar Ren, ini tidak mungkin terjadi." ucap Yogi akhirnya.

###################

Bulan ini Majalah Kampus telah terbit dan khusus edisi Bulan ini terlihat semua mahasiswa-mahasiswinya membeli Majalah Kampus yang bergambar foto Asti yang tersenyum sumringah di cover depannya. Majalah Kampus Bulan ini terjual habis bahkan masih banyak permintaan yang ditolak. Semua itu karena tulisan Asti di kertas yang telah dititipkan lewat Reni.

In Memoriam Asti Mirandah Sari

Berganti Hati - Anggun
Satu persatu telah kuhapus
cerita lalu diantara engkau dan aku.
Dua hati pernah percaya
Seribu mimpi tanpa ragu tanpa curiga.

Kutak ingin lagi
menunggu menanti
Harapan tuk hidupkan cinta yang telah mati
Kutak ingin coba
Hanya tuk kecewa
Lelah ku tersenyum
Lelah kubersandiwara.
Aku ingin pergi........'

Mengapa cinta diciptakan kalau hanya untuk menunggu dipisahkan.
Mengapa harus ada kau dalam cerita hidupku.
Mengapa dirimu tercipta dan bertemu dengan diriku.
Mengapa harus ada cinta diantara kita,
Kalau ternyata kita harus berpisah.
Nino, aku terlalu mencintaimu.
Aku harap bisa bertemu denganmu Nino,
karena aku sangat kangen padamu.
Aku sangat mencintaimu.

Aku bosan dengan semua kehidupan ini, tanpa dirimu semua tak berarti.
Nino aku tidak bisa terus-terusan membohongi perasaanku dan terlihat tidak ada masalah.
Aku ingin selalu bersamamu.
Nino tunggulah disana aku akan datang menemanimu.

PS1: Cerita ini tercipta karena akhir-akhir ini aku sedang merasa bosan dengan kehidupanku, sampat terpikir bagaimana jika aku bunuh diri, tapi akhirnya imajinasiku membawa ketakutan sehingga aku gak jadi bunuh diri dan malah tercipta cerita ini.
PS2: Saat berimajinasi itulah aku mendengarkan lagunya Anggun yang terbaru Berganti Hati dan jadilah cerita ini, bagi yang jeli pasti akan mengerti bahwa setiap ceritaku selalu ada unsur musiknya. Yupz, itu karena aku suka berimajinasi saat aku mendengarkan musik.
PS3: Sebelumnya aku terpikir bagaimana kalau si Asti ini dibuat bunuh diri dengan menyilet pergelangan tangan, tapi akhirnya tidak bisa kulakukan karena aku sudah merasa ngeri duluan saat membayangkannya.
PS4: Keep smile and keep blogging.

13 Apr 2009

Pinky Award

51

Hallo-hallo semua para sobat blogger dimanapun kalian berada, gimana kabarnyo niy??? Lamo tak jumpo semenjak liburan panjang kemaren. Bagaimana liburan kalian?? Menyenangkan??? Atau sangat 'menyenangkan' sekali??? Kalau aku mah jangan ditanya, kerjaku tiap hari cuma tidur dan tidur melulu.

Nah berhubung hari senin ini sudah disibukkan dengan beragam aktivitas yang sudah menanti semenjak ditinggal liburan, tak ketinggalan juga diriku yang telah dinanti-nanti untuk mengambil pinky award dari Coretan Dinding Kamar , dan tak ketinggalan mbak Tika juga memberiku oleh-oleh yang sama dari liburan panjang inih (padahal sebenarnya aku ingin dilempari es kelapa muda *gak tau kenapa aku pengen sekali sama es kelapa muda*)

Dan oleh-oleh serta bingkisan pinky award itu adalah es-be-be:



1. Bisa menampilkan/memajang logo award di blognya masing-masing,
2. Menyampaikan awad ini kepada para followers dan menyampaikan pesan kepada si penerima
3. Membuat LInk blog pemberi award
4. Memberikan pesan kepada si penerima untuk bisa di teruskan kepada blog pengikut (folowers)


Okelah untuk menghoramti dan meghargai serta karena aku sayang mereka *jiyaaaaahhhhh*, aku bakalan memberi award ini kepada para followerku yang tergabung dalam vie-three's gangster, banyak niy jadi bingung akyu. Tapi berhubung harus diberikan kepada yang terbaik, okelah akan aku berikan kepada:

1. Kocokan pertama mengeluarkan nama Mastrie .
2. "Dikocok-kocok kutak mau cintaku dikocok-kocok" *huwaduh malah ngelantur*. Buat haqie
3. Selanjutnya kepada U-san
4. Dan aku mau mebagi award kepada teman baru si mas Joko Blog
5. Kepada si Ayas Tasli Wisguna
6. Eh aku lupa jugak kepada si Zujoe anak aneh bin ajaib
7. Jugak kepada miss suzhu yang teramat sangat sibuk dengan misuanya sampai-sampai blognya belum terupdate, jangan lupakan jugak pe-erku kemaren belum dikerjakan loh, hehehehehe
8. Yang terakhir buat si Kucing bunted

Nah udah ach aku cuman mau tag 8 orang, maap bukannya sombong. Tapi pas mencari orang yang kedelapan itu, perut saya terasa sakit dan harus dibawa ke toilet, hehehehehe. Keadaan darurat nih. Udah ach, ayo tetap ramekan dunia pengeblogan dan jadilah follower yang baik.


PS: Hari ini saya merasa sedih karena teman ngeblog saya yang bernama Fauzan telah meninggalkan dunia pengebloggan dikarenakan sudah tidak bersemangat ngeblog dan karena banyaknya aktivitas diluar yang banyak menyita waktunya. Fauzan , aku akan sangat merindukan semua Catatan Barumu.

11 Apr 2009

Kenangan

37

Kata suara hati, kenangan itu ada untuk dikenang.

Kata otak, kenangan ada untuk dipelajari agar esok hari tidak akan masuk ke lubang yang sama.

Kata orang, kenangan itu dijadikan pembelajaran.

Kata sang pujangga, kenangan adalah perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Kata sang seniman, kenangan adalah keindahan yang sudah terjadi.

Kata koki, kenangan itu harus dinikmati layaknya resep makanan.

Kata anak-anak, kenangan itu adalah bermain odong-odong.

Kata para ABG, kenangan adalah masa kecil yang indah.

Kata artis, kenangan adalah cermin bagi kita.

Kata pelajaran bahasa inggris, kenangan adalah Simple Pas Tense.

Dan kata saya, kenangan hanyalah masa lalu yang tercipta begitu saja dimana ketika masa itu saya telah berpikir dan melakukan yang terbaik untuk saya. Dan sayapun gak pernah sadar bahwa hari ini bisa saja menjadi kenangan ketika jarum jam mengarah ke angka 00.01

Tiap detik, menit, tiap jam, tiap hari, minggu, bulan dan tahun-tahun kemudian. Kenangan akan terus menumpuk dan menumpuk. Dan tidak bisa dipungkiri lagi, kita gak bisa lari ataupun sembunyi dari kenangan karena kitalah yang menciptakan kenangan itu. Seburuk, sepahit atau semanis kenangan yang kita punya, itulah kenangan kita.

Kata orang, jika kita terus-terusan terpuruk dalam kenangan, hal itu bisa membuat fatal keadaan. Mungkin benar, tapi toh kenangan memang tercipta untuk dikenang. Dengan kenangan kita jadi punya warna-warni cerita dalam kehidupan, sedih, senang, susah, gembira, bahagia, kejutan. Bukankah itu hal yang indah, kita jadi mengenal apa itu namanya senyum, tangis, tawa, kaget, dengan adanya kenangan itu. Menurut saya, janganlah takut untuk mengenang kenangan dan juga jangan takut untuk terus melangkah ke depan.

Jiyaaaahhhhh..... kata-kata diatas seperti bukan kata-kata dariku yach. Tapi beneran kata-kata itu bukan bajakan atau apalah itu namanya. Tapi bener-bener murni dari hasil pemikiranku loh dengan menghabiskan segala isi lemari es dan ditemani lagunya Second Civil yang berjudul "Dan Bila". Semuanya murni keluar sendiri tanpa ada komando, karena sebenarnya saya pun suka banget bermain-main dengan kenangan. Dengan bermain-main bersama kenangan saya juga sering mendapatkan inspirasi untuk membuat cerita, hehehehehe.

Maapkan daku jika meminjam istilah pujangga, seniman, koki dan yang lainnya. Semua yang diatas adalah hasil asumsi dari sang penulis yang tidak lain dan tidak bukan adalah si cewek yang sudah sobat blogger kenal dengan sebutannya si cewek imoet bin mungil. Jika ada salah-salah kata, maklumilah. Namanya juga cewek imoet *haiyaaahh*.

Lalu bagaimana dengan sobat blogger dan kenangan sobat blogger semuanya? Tetap SEMANGAT ngeblog dan buatlah kenangan yang indah dengan Blog kita.
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com