Showing posts with label kopi. Show all posts
Showing posts with label kopi. Show all posts

28 Mar 2020

25 Jan 2016

Nona Kesepian #3

1

Kopi itu untukmu, bukan kopi pahit. Manisnya berasal dari kerinduan yang menumpuk.

Hai Tuan Besar yang suka tertawa. Sudahkah kamu bercerita perihal perasaanmu kepada Nona? Tidakkah kamu tahu Tuan? Nona memeluk erat duri rindu di setiap malamnya, membuat dinding-dinding hatinya robek, membuatnya bermimpi buruk. Ia selalu gelisah menunggumu Tuan, yang hanya datang di Hari Senin. Ada apa Tuan dengan Hari Senin? Mengapa engkau hanya muncul di Hari Senin. Menciptakan kehangatan di hati Nona, hanya sekejap, karena engkau menghilang sepekan kemudian. Dimana engkau bersembunyi Tuan? Tidakkah engkau mendengar namamu yang terus diucapkan Nona di setiap penghujung harinya? Ia yang terus mengaduk kopi, tidakkah engkau ingin mencicipi kopi itu Tuan? Terasa sangat pahit, karena bukan gula yang ia campur dalam kopi itu, namun kerinduannya padamu Tuan yang terus menumpuk hingga ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya selain mencampurnya pada kopi dan menyajikannya untukmu.

27 Dec 2015

Hanya Satu

0

Kamu, satu-satunya alasan untukku tetap bertahan sembari menyeruput secangkir kopi.

Aku masih setia mendengarmu bercerita, terkadang diselipi tawa berderai hingga menangis di ujung mata. Bercerita, tertawa, bercerita, menyeruput kopi, lalu bercerita lagi. Aku hanya mendengar, sesekali mengangguk, selebihnya terdiam, mengamati.

15 Dec 2015

Sekelumit Cerita di Beranda Depan

0

Untukmu. Secangkir kopi dengan kerinduan di dalamnya.

Di penghujung senja itu, Ken kembali mengunjungi rumah Za. Mereka duduk di beranda depan, menciptakan hening. Dua cangkir kopi berada di meja antara mereka, satunya tinggal ampas kopi dan satunya masih utuh. Mereka sudah terbiasa dengan jeda, menikmati senja yang lambat laun mulai bersembunyi tergantikan dengan malam, pekat.
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com