Showing posts with label nona. Show all posts
Showing posts with label nona. Show all posts

28 Mar 2020

23 Dec 2016

Nona Kesepian #6

0

Ia tetaplah si Nona Kesepian, ada atau tidak adanya dirimu Tuan.

Halo Tuan, sudah lama aku tidak melihatmu. Waktu itu kamu datang sekejap, aku mengintip dari balik pintu. Aku mendengar perkataanmu secara seksama, tak sehurufpun kulupakan. Akhirnya kamu mengatakannya Tuan, akhirnya Nona menangis. Kamu membuatnya menangis Tuan. Entah apa salah Nona, entah, aku pun menangis.

16 Dec 2016

25 Jan 2016

Nona Kesepian #3

1

Kopi itu untukmu, bukan kopi pahit. Manisnya berasal dari kerinduan yang menumpuk.

Hai Tuan Besar yang suka tertawa. Sudahkah kamu bercerita perihal perasaanmu kepada Nona? Tidakkah kamu tahu Tuan? Nona memeluk erat duri rindu di setiap malamnya, membuat dinding-dinding hatinya robek, membuatnya bermimpi buruk. Ia selalu gelisah menunggumu Tuan, yang hanya datang di Hari Senin. Ada apa Tuan dengan Hari Senin? Mengapa engkau hanya muncul di Hari Senin. Menciptakan kehangatan di hati Nona, hanya sekejap, karena engkau menghilang sepekan kemudian. Dimana engkau bersembunyi Tuan? Tidakkah engkau mendengar namamu yang terus diucapkan Nona di setiap penghujung harinya? Ia yang terus mengaduk kopi, tidakkah engkau ingin mencicipi kopi itu Tuan? Terasa sangat pahit, karena bukan gula yang ia campur dalam kopi itu, namun kerinduannya padamu Tuan yang terus menumpuk hingga ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya selain mencampurnya pada kopi dan menyajikannya untukmu.

Nona Kesepian #2

1

Tetaplah berdiri didepanku, membelakangi dan jangan menoleh.

Hei kamu yang ada disana. Iya, kamu yang lagi berdiri dengan pongahnya, si Tuan Besar yang merasa dunianya selalu benar, si Tuan Besar yang dunianya tak pernah sepi, si Tuan Besar yang tidak menyadari telah menjatuhkan hati Nona hingga berkeping-keping, si Tuan Besar yang kemudian memilih pergi setelah itu. Tidak sadarkah kamu Tuan, ada wanita yang menunggumu disini, menunggu kamu berjalan ke arahnya, tapi nyatanya kedua kakimu seakan tertancap erat disitu, di tempatmu berdiri sekarang.

8 Dec 2015

Nona Kesepian #1

0

Akulah Sang Nona Kesepian
 Akulah Sang Nona Kesepian, hanya menghabiskan waktu menekuri perasaan. Sudah tak terhitung lagi berapa detik kuhabiskan hanya untuk menggurat wajah Tuan di desau angin. Tak kupedulikan tatapan orang yang mencoba ingin tahu, tak kuhiraukan rentetan pertanyaan yang berisi kalimat-kalimat prihatin. Telingaku telah kebas dengan makian, cacian, pertanyaan atau apapun itu.
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com