Showing posts with label hubungan. Show all posts
Showing posts with label hubungan. Show all posts

28 Mar 2020

6 Feb 2017

Curhat #3

0

Hatiku tak lagi mempedulikannya

Entah akan kau sebut apa Dia, aku tak peduli. Pria atau wanita, aku sudah tidak peduli. Karena aku tak ingin peduli lagi. Siapa Dia, Bagaimana Dia, Dimana Dia, Mengapa Dia. Aku tak ingin peduli. Namun, sekeras apapun aku tidak ingin mempedulikannya. Dia, selalu menemukan jalan menuju ke hatiku. Seteguh apapun aku tidak ingin mempedulikannya. Dia, selalu punya cara untuk menarik perhatianku lagi, kemudian aku peduli lagi. Begitulah dia.

27 Jan 2017

#Day9: Sebuah Surat

0

Surat ini tertulis tanpa pernah terkirim

"Tulislah sebuah surat untuk seseorang."

Entah kenapa aku tersenyum saat membaca tema no. 9, selama ini aku sering menulis surat tapi tak pernah terkirimkan. Sempat untuk mengambil salah satu surat tersebut untuk dipublish disini, tapi ada sekelebat perasaan yang menghalangi. Itu surat tidak fresh, jadi aku menulis surat yang lebih fresh, untuk seseorang, yang dulu pernah membuatku merasa hanya dia lah duniaku.

21 Jan 2017

#Day4: Kenangan Usang

0

Pertemuan pertama dengan kenangan yang usang

Khusus untuk tema hari ini sungguh membuat saya berpikir keras. Bukan karena saya bingung 'dia' yang dimaksud dalam pertanyaan itu siapa, bukan. Saya tipe orang yang mudah melupakan moment, apapun itu. Jadi yang membingungkan saya adalah pertemuan pertama saya dengan 'dia' itu yang mana? Dimana? Dan bagaimana terjadinya? Alasannya satu, saya lupa.

18 Jan 2017

#Day1 : Kekasih Yang Didambakan

0

Saya pernah sangat mendambakannya.

Saat saya membaca tulisan 'Kekasih yang Didambakan', entah kenapa mata saya berkaca-kaca, semua memori berkelebatan tak terarah. Tentang dia, tentang kamu, tentang saya, tentang semuanya. Saya pernah mendambakannya, sesosok lelaki yang tak patut diidam-idamkan. Bagaimana tidak? Saya yang mendambakannya sebegitu rupa, ternyata hanya sebuah persinggahan untuknya mereguk cinta yang menurutnya lebih indah. Dia yang saya dambakan, sesosok lelaki, tinggi, penuh cinta, perhatian, selalu membuat saya tersenyum. Ah, seperti kriteria yang saya dambakan, atau yang cocok mereka bilang sebagai tipe yang saya sukai.

23 Dec 2016

Nona Kesepian #6

0

Ia tetaplah si Nona Kesepian, ada atau tidak adanya dirimu Tuan.

Halo Tuan, sudah lama aku tidak melihatmu. Waktu itu kamu datang sekejap, aku mengintip dari balik pintu. Aku mendengar perkataanmu secara seksama, tak sehurufpun kulupakan. Akhirnya kamu mengatakannya Tuan, akhirnya Nona menangis. Kamu membuatnya menangis Tuan. Entah apa salah Nona, entah, aku pun menangis.

16 Dec 2016

23 Sept 2016

25 Jan 2016

Nona Kesepian #3

1

Kopi itu untukmu, bukan kopi pahit. Manisnya berasal dari kerinduan yang menumpuk.

Hai Tuan Besar yang suka tertawa. Sudahkah kamu bercerita perihal perasaanmu kepada Nona? Tidakkah kamu tahu Tuan? Nona memeluk erat duri rindu di setiap malamnya, membuat dinding-dinding hatinya robek, membuatnya bermimpi buruk. Ia selalu gelisah menunggumu Tuan, yang hanya datang di Hari Senin. Ada apa Tuan dengan Hari Senin? Mengapa engkau hanya muncul di Hari Senin. Menciptakan kehangatan di hati Nona, hanya sekejap, karena engkau menghilang sepekan kemudian. Dimana engkau bersembunyi Tuan? Tidakkah engkau mendengar namamu yang terus diucapkan Nona di setiap penghujung harinya? Ia yang terus mengaduk kopi, tidakkah engkau ingin mencicipi kopi itu Tuan? Terasa sangat pahit, karena bukan gula yang ia campur dalam kopi itu, namun kerinduannya padamu Tuan yang terus menumpuk hingga ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya selain mencampurnya pada kopi dan menyajikannya untukmu.

Nona Kesepian #2

1

Tetaplah berdiri didepanku, membelakangi dan jangan menoleh.

Hei kamu yang ada disana. Iya, kamu yang lagi berdiri dengan pongahnya, si Tuan Besar yang merasa dunianya selalu benar, si Tuan Besar yang dunianya tak pernah sepi, si Tuan Besar yang tidak menyadari telah menjatuhkan hati Nona hingga berkeping-keping, si Tuan Besar yang kemudian memilih pergi setelah itu. Tidak sadarkah kamu Tuan, ada wanita yang menunggumu disini, menunggu kamu berjalan ke arahnya, tapi nyatanya kedua kakimu seakan tertancap erat disitu, di tempatmu berdiri sekarang.

16 Jan 2016

8 Jan 2016

Secarik Kertas

0

Suatu hari, kau akan membaca sebuah kejutan dari secarik kertas dengan tulisan 'aku menyukaimu'

Kembali Ken memperhatikan kegemaran Za yang suka menulis. Kali ini Za menulis di secarik nota yang baru saja diterima dari seorang pelayan. Ken tidak mengerti tentang kegemaran Za, ia hanya memperhatikan bagaimana bibir Za yang mengatup rapat, percikan sinar mata yang penuh riak kehidupan, tangan Za yang terus bergerak menorehkan tinta di secarik nota tersebut. Keindahan seperti inilah yang selalu membuat Ken merindu.

4 Jan 2016

Tiga Menit

2

Kita sudah terbiasa berjalan dalam hening, namun aku tahu hati kita saling berdialog.

Perjalanan dari pintu kelas ke pintu gerbang bisa ditempuh dalam waktu tiga menit. Za biasanya menghabiskan waktu tiga menit itu dengan menyenandungkan nada-nada dengan suara falsnya. Terkadang, ia bergumam sendiri tentang jadwalnya yang terlalu padat, atau dosen yang baru saja memberinya tugas. Di hari lain, bahkan Za tidak memikirkan apapun, ia hanya berjalan saja, ingin segera sampai ke pintu gerbang. Bagi Za, pintu gerbang adalah pintu keluar dari segala tekanan di dalam kampus.

23 Dec 2015

Bukan Nama Za

0

Nama siapa yang kini engkau gurat di hatimu, Tuan?

Za terpaku di tempat duduknya. Dua meja di depannya, duduk seorang lelaki, sendiri, hanya diam dengan tatapan mata kosong. Secangkir kopi diletakkan pelayan di meja lelaki tersebut, namun lelaki itu tetap diam, bahkan mengangguk kecil saja tidak. Za terus memperhatikan, terpaku. Ada sesuatu pada lelaki itu yang membuat Za tak berkedip.
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com