Showing posts with label hati. Show all posts
Showing posts with label hati. Show all posts

23 Dec 2016

Nona Kesepian #6

0

Ia tetaplah si Nona Kesepian, ada atau tidak adanya dirimu Tuan.

Halo Tuan, sudah lama aku tidak melihatmu. Waktu itu kamu datang sekejap, aku mengintip dari balik pintu. Aku mendengar perkataanmu secara seksama, tak sehurufpun kulupakan. Akhirnya kamu mengatakannya Tuan, akhirnya Nona menangis. Kamu membuatnya menangis Tuan. Entah apa salah Nona, entah, aku pun menangis.

16 Dec 2016

16 Jan 2016

4 Jan 2016

Tiga Menit

2

Kita sudah terbiasa berjalan dalam hening, namun aku tahu hati kita saling berdialog.

Perjalanan dari pintu kelas ke pintu gerbang bisa ditempuh dalam waktu tiga menit. Za biasanya menghabiskan waktu tiga menit itu dengan menyenandungkan nada-nada dengan suara falsnya. Terkadang, ia bergumam sendiri tentang jadwalnya yang terlalu padat, atau dosen yang baru saja memberinya tugas. Di hari lain, bahkan Za tidak memikirkan apapun, ia hanya berjalan saja, ingin segera sampai ke pintu gerbang. Bagi Za, pintu gerbang adalah pintu keluar dari segala tekanan di dalam kampus.

19 Dec 2015

Senyuman Itu

1

Bahkan hatiku telah patah sebelum aku jatuhkan

Lelaki itu berjalan lurus, menghampiri teman-temannya yang berkumpul di depan perpustakaan. Za memperhatikan, bahkan sejak lelaki itu baru tiba. Za terus memperhatikan, seluruh pandangannya tersedot oleh aura lelaki itu. Tampan, tidak hanya itu, ada sesuatu yang membuat Za tidak ingin melepaskan pandangannya. Ada sebuah perasaan yang ingin menyeruak pergi ke arah lelaki itu. Seakan-akan saat ini, detik ini, semuanya membeku dan hanya lelaki itu yang ada di dunianya.

12 Dec 2015

Separuh Hatinya

0

Aku tahu, kelak ia akan kembali lagi kepadaku.

Pagi ini dia mendapat kiriman sebuah paket, entah darimana karena tak ada nama dan alamat pengirim. Paket itu diamatinya tak berkedip. Sebuah kotak persegi seukuran kardus aqua warna hitam bergradasi ungu, tak ada tulisan apapun. Entah kenapa, dia merasa paket itu seharusnya tak disini. Dia menatap nanar, tangannya gemetar ingin membuka, penasaran, namun separuh hatinya terus-terusan berteriak "Jangan!".
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com