3 Sep 2012

I Don't Care

9

Jika tulisan itu bisa membungkam pikiranku, aku ingin melakukannya pada dunia.

Saat ini aku benar-benar ingin mengatakan kata itu, I Don't Care. Namun sayangnya, aku tak bisa melakukannya. Mungkin aku bisa mengatakannya tapi tak pernah sukses membungkam pikiran ini. Aku sadar aku termasuk orang aneh karena saat ini aku ingin tidak mempedulikan suara dunia yang telah terkontaminasi dengan suara-suara kalian yang sangat tidak merdu membuat gendang telinga rasanya mau pecah, membuat otak rasanya mau meledak. Dan aku membenci suara itu, aku ingin tidak mempedulikannya.


Andai saja pilihan dalam hidup ini seperti pilihan ganda dalam ujian antara A, B, C, D, dan E. Jika memilih A itu salah diganti memilih B, begitu seterusnya hingga menemukan yang benar. Tapi hidup tidak bisa disamakan dengan ujian, jika pilihan A salah kita tidak bisa kembali lagi mulai dari awal, yang bisa kita lakukan hanya terus berjalan dan menjawab soal berikutnya. Memuakkan, apalagi jika muncul suara kalian yang menjadi backsound dalam hidup ini. Aku ingin tidak mempedulikannya.

Ketika pilihan datang kepada hidupku, sebenarnya aku tidak ingin langsung menggenggamnya. Aku ingin mengamatinya hingga aku siap menerima pilihan itu, tapi aku sadar orang lain tak bisa menunggu saat aku merasa siap. Lalu apa yang bisa kulakukan selain menerima pilihan itu dan meneruskan hidup dengan suasana baru. Dan sejak itulah aku sering mendengar suara kalian, suara cempreng yang memekakkan telinga. Memuakkan.

Seandainya ada banyak pilihan, aku pasti memilih yang terbaik dalam hidupku. Dan seandainya ada banyak pilihan, aku pasti memilih untuk memberikan semua pilihan yang ada kepada orang lain sehingga aku tidak pernah mendengar suara memuakkan itu. Tapi pilihan itu datang tanpa ada pilihan lainnya lagi. Aku tidak sedang mencari pembenaran atas posisiku saat ini, tapi sesungguhnya jika kamu tahu bahwa aku tidak menginginkan posisi disini karena aku tidak ingin mendengar suara-suara memuakkan itu.

Kalau saja kalian berada dalam posisiku, aku pasti akan senang hati memberikannya. Jika memang kalian lebih layak, bersuaralah. Jangan bersuara tapi kosong, sehingga hanya terdengar kebisingan semata.

9 comments:

  1. menentukan sebuah pilihan seringkali tidak mudah. Apalagi dengan fakta bahwa setelah kita memilih tidak ada tombol redo yang tersedia. Btw, itu semua bukan alasan kemudian kita diam saja dan tidak mau memilih.

    ReplyDelete
  2. Hidup itu pilihan, Fitri... Kalau mau agar bisa memilih dengan tepat, tanyalah Tuhan, panjatkan doa. Insya allah, bisa memilih.
    Ku doakan ya. Yang sabar..

    ReplyDelete
  3. memilih dengan apa kata hati nurani saja

    ReplyDelete
  4. Manggut-manggut, memilin2 jenggot sambil memikirkan apa makna tulisan ini :D.

    Opo sie Vit makdut'e?

    ReplyDelete
  5. cabar ya pit :) iya aku di surabaya bag perak

    ReplyDelete
  6. kalau bisa sih bertanya sama Tuhan,,,,nanti dapat jawaban yang pasti dan baik

    ReplyDelete
  7. pilihan itu selalu ada..
    sayang nya.. apa yg kita pilih sekarang, kita tidak akan pernah benar-benar tau "benar atau tidak" nya pilihan itu...
    waktu jualah yg memberitahunya...
    yg terpenting sekarang, minta yg terbaik kepada yg maha tau ttg pilihan-pilihan kita... :)

    ReplyDelete

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com