21 Jan 2017

Di sela-sela 2014: Testing Paralayang

0

Sebenarnya ini terjadi di sela-sela tahun 2014, dimana saat itu saya sering melangkahkan kaki seperti pada cerita disini, Agustus-September-Oktober dan perjalanan-perjalanan kecil lainnya diantaranya. Inilah salah satu perjalanan kecil itu, terjadi karena satu moment yaitu testing sepeda motor baru milik sahabat backpaker saya. Dia baru saja membeli motor baru dan mencobanya, kita langsung memilih Kota Batu, setidaknya tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat. Lagipula sahabat saya sudah pernah ke Paralayang jadi terpilihlah tempat itu.

Sayangnya kita berangkat kesiangan, pukul 08.00 daan sialnya lagi hari itu adalah hari libur dimana jalanannya yang ke arah Malang ampun macetnya. Saking capeknya karena macet, kita sempat memilih minggir ke ruko-ruko pinggir jalan untuk beristirahat sebentar. Apalagi motor baru, gasnya masih berat jadi terasa banget capeknya.

Lanjut jalan, sesampai di alun-alun Batu itu sudah terik banget, kita memilih makan dulu di pinggir jalan dekat alun-alun. Orangnya sudah mau tutup sebenarnya, tapi untuk dua porsi nasi pecel masih ada lah. Kita sambil tanya ke orang yang jual apakah masih jauh ke Paralayang, katanya masih lurus aja. Sahabat saya sih sebenarnya sudah tahu, cuma dia sedikit lupa jalannya belok ke arah mana.

Next. Abis makan kita menuju ke tujuan dengan menggunakan Google Map. Weleh, baru sekali itu tersasar gegara menuruti Google Map, jadi arah ke Paralayang diberitahu Google Map itu melewati tebing-tebing 😂 laah jadi kita naik motor tersasar sampai jalan setapak pinggir tebing, sumpah ngakak waktu itu sambil memundurkan motor. Gimana enggak, lahwong udah gak ada jalanan lagi. Iya bener sih cepat ke Paralayangnya tapi lewat tebing, huwahahaha.

Kita puter balik, cari jalan lagi sambil sahabat saya mengingat-ingat jalannya. Taraaa.... kita berada di jalan yang benar dan bukan jalan yang sesat 😂

Skip.




Sampai disana, saya memilih duduk di pinggir sekali, rada kebawah dari tempat nongkrong di paralayang. Hanya kita berdua disana, makan jajan yang dibawa dari rumah, mendengarkan musik lewat ponsel, sambil bercerita random. Sayangnya beberapa menit kemudian hujan datang, kita cepat-cepat ke warung-warung yang ada disana. Habis minum kopi dan makan mie, saya memilih tidur, capek banget.

Entah berapa lama saya tertidur, saat bangun hujan sudah reda, kita memilih berfoto sebentar sebelum akhirnya memilih kembali ke Surabaya.

0 orang yang sudi mengomentari:

Post a Comment

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com