11 Jan 2017

Air Terjun Irenggolo Kediri

0

Ini cerita saya lupa kapan, tapi seingat saya sewaktu ada liburan panjang di Tahun 2014 (kalau gak pas natal atau sebelum tahun baru), saya diajak sahabat saya ke desanya di Kediri. Sebenarnya desa ibu saya juga di Kediri, namun berhubung waktu lebaran sebelumnya gak pulang ke desa yasudah aku iyain ajah ajakan sahabat saya.

Berangkat pas dia pulang kerja, jadi sore kita berangkat ke Kediri. Pas masih di Jl. Wonokromo Surabaya hujan deras datang mengguyur bumi, sayangnya aku lupa bawa jas hujan (padahal sebelum berangkat udah diinget-inget). Akhirnya kita pakai jas hujan sahabat saya, aku bagian atas, dia bagian celananya. Berangkatlah lagi. Aku yang nyetir, hujan terus mengguyur karena emang lagi musim penghujan. Pas nyampe di rumahnya sahabatku ini pukul 21.30 kayaknya. Setelah sampai, makan sebentar trus tepar.

Esoknya kita berangkat jam 10an, rencananya sih ke Air Terjun yang masih baru, baca di internet tempatnya masih baru, belum jadi tempat wisata (lupa namanya). Sampai disana, jalannya so sweet, naik tapi kerikil-kerikil. Dari blog orang yang pernah kesitu, aku membaca berhenti di rumah paling pojok. Naah kita gak tahu rumah pojoknya dimana, jadi terus ajah ternyata sampai di jalanan setapak yang di sawah (gak bisa dipakai kendaraan lagi), akhirnya mundur karena emang gak bisa putar balik, kanan-kiri sawah, jalanan agak berlumpur abis hujan. Sekuat tenaga balik sambil ketawa-ketawa tentu saja menertawakan kebodohan kita 😃 😂

Setelah balik, kita menitipkan motor ke salah satu rumah. Lalu lanjut jalan, jalaaannn, jalaaaaaannnn dan terus jaaaalllaaannn. Pemandangan kanan-kiri sawah dan orang-orang desa yang mau atau dari sawah. Sampai akhirnya kita kelelahan, berhenti sejenak... saya merasa menyerah, karena merasa jalan udah jauh tapi gak nampak-nampak itu air terjun. Sahabat saya inisiatif tanya ke orang yang lewat dengan bawa clurit (ampun imajinasi liar saya sudah kemana-mana -  sensor saja 😂). Kata orang itu memang ada air terjun tapi masih juauuuuhh tempatnya. Alamaakk, ini saja jalan dari tadi udah ngerasa jauh banget, lah kok masih jauh kata orang itu. Akhirnya kita menyerah, memilih pergi ke tempat lain, jalan kembali yg teramat jauh.




Kembali ke jalan raya, berhenti dulu minum es legen. Sahabat saya mengusulkan ke Air Terjun Irenggolo, saya? yaaa manut saja. Berangkat lah kita setelah menghabiskan 3 gelas es legen (saya 2 gelas, sahabat saya 1 gelas). Perjalanan menuju ke Gunung Wilis, jalanannya tentu saja naik-turun khas jalanan gunung.

Skip perjalanan. Sampailah kita di Air Terjun Irenggolo.









Setelah puas bermain-main air, benar-benar puas sepuas-puasnya ini. Kita memilih balik karena emang udah sore, sebelum balik makan mie goreng dulu di salah satu warung dekat parkiran sambil merasakan suasana Gunung Wilis.

Abis kenyang, baliklah kita ke rumah saudara sahabat saya. Malamnya kita diajak jalan-jalan ke Mall Kediri, main-main timezone. Esoknya persiapan balik ke Surabaya.

*
PS: Ini adalah foto-foto terakhir yang saya lakukan menggunakan Smartphone Andromax (dia hanya menemani saya selama 1 tahun aja) abis itu rusak sampai sekarang (tidak bisa diapa-apain padahal udah dibawa ke customer servicenya dan ke teknisi hp, huhuhu.) sebenarnya sih udah rusak smartphone saya cuma masih bisa dipakai buat foto.
PS2: Perjalanan ini sebenarnya sebelum ke Bukit Jamur, jadi pas ke Bukit Jamur pas mau foto-foto pakai smarphone andromax saya ternyata gak bisa hidup.

0 orang yang sudi mengomentari:

Post a Comment

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com