12 Nov 2009

I don't like the rain

35

November Rain, semua orang mendengung-dengungkan kalimat itu. Bahkan banyak cerpenis memakainya dalam judul ceritanya yang selalu berakhir indah dengan background hujan pertama di Bulan November. Hujan, Rain dalam bahasa inggrisnya, semua orang menyukainya. Tetes-tetes hujan membawa perasaan tersendiri, begitu kata teman-temanku. Bahkan gak sedikit anak-anak kecil bermain-main di bawah guyuran air hujan, dengan senyum mereka tanpa beban, berlari kesana-kemari menyambut datangnya hujan.

Tapi, tidak untukku. Aku tidak menyukai hujan, i don't like the rain. Dalam situasi apapun, aku tetap tidak menyukai hujan. Tetes-tetes airnya mengingatkanku pada tetesan airmata yang jatuh. Mendungnya membuatku mengingat perasaan sedih yang tengah berkecamuk di dada. Aku memang suka melihat pelangi yang muncul tapi aku tidak suka adanya hujan. Hujan, hawa yang dingin, serasa gak bersahabat denganku. Setiap musim penghujan datang, saat itu juga alergiku datang, hawa dingin akan selalu mengundang penyakit flu-ku untuk datang menghampiriku.

Aku juga tidak suka dengan hawa dingin di musim penghujan, karena ketika hawa itu merabaku, aku pasti akan merasa kesepian. Aku tidak suka dengan perasaan itu, sama ketika kau menghampiri kehidupanku ketika hujan bergelayut di malam itu. Aku tidak suka dengan perasaan yang kurasakan setelahnya.

Diluar jendela aku melihat hujan deras mengiringi malamku, seperti malam itu ketika kau mengulurkan senyum tipismu pada diriku yang tengah kedinginan di emperan ruko. Hawa dingin, aku merasakannya lagi malam ini seperti saat itu, ketika kau menggenggam tanganku menjauh dari derasnya hujan dan berteduh diteras rumah orang. Hawa dingin ini terus menusukku, mungkin lebih tepatnya menyemangati diriku agar aku cepat-cepat memutuskan semua ini. Apa aku harus bertemu denganmu atau tidak.



Aku tidak suka dengan situasi ini, dimana hujan semakin deras dan hawa dingin semakin meraja. Aku sudah mengatakannya padamu, aku tidak suka dengan hujan. Tapi kau malah mengajakku pergi ke taman disaat hujan pertama datang mengguyur bumi. Hujan mungkin adalah takdir kita bertemu, itu katamu. Karena itu kau menyukai hujan, karena hujan bisa membawa suasana romantis. Tapi aku tetap tidak menyukai hujan. Kau malah menertawakanku ketika kukatakan bahwa hujan malah membuatku tidak jadi menangis, karena ketika airmata ini keluar dan tercampur dengan air hujan, aku tidak bisa merasakan airmata itu sehingga membuatku tidak jadi menangis. Kau tersenyum, dan malam ini aku sadar bahwa senyummu itu membuatku terluka.

Diluar jendela semakin gemuruh, hujan dan petir semakin bersatu, seperti supporter yang terus menyemangatiku agar aku cepat menyelesaikan malam ini. Aku tak tahu apakah setelah malam ini selesai, aku bisa bertemu denganmu lagi. Yang jelas, aku sudah tidak ingin lagi melihat hujan ini yang seakan-akan mengejek kalau aku tidak akan mampu melakukannya.

Aku melihat senyum itu lagi, senyum tipis yang tersungging di jasad seorang pria yang memakai jas pernikahan lengkap, senyum tipis yang membuatku semakin terluka. Aku sudah mengatakannya bukan, jangan mengambil keputusan untuk menikah di Musim Penghujan, tapi kau tetap keras kepala agar pernikahan dilaksanakan di Bulan November. Aku memang tidak bisa mengalahkan keras kepalamu itu yang seperti batu, dan kini keras kepalamu itu telah membuatku semakin terluka. Aku masih tidak bisa membayangkan bagaimana bisa mobilmu jatuh ke jurang yang padahal kau sudah sering melewatinya, bahkan setiap liburan kau pasti mengunjungi rumahku, tapi bagaimana bisa mobilmu jatuh ke jurang itu.

November rain, dan tepat di November tahun ini sudah setahun aku mengutuki adanya hujan. Seenggaknya malam ini adalah terakhirnya aku melihat hujan, hawa dingin ini semakin bersatu dengan tubuhku. Ternyata memang lebih baik memutus nadi daripada menusuk perut. Aku tak peduli apa setelah ini aku bisa bertemu dengannya, yang jelas aku tidak akan bertemu lagi dengan hujan dan tidak akan lagi merasa kesedihan. Aku masih bisa merasakan hangatnya darahku yang bercampur dengan lembabnya hawa di kamar ini sebelum akhirnya semua menghilang, hawa dingin sudah tak terasakan, hujan sudah tak terdengar, semuanya kabur, menghilang dan akhirnya MATI.


NB : karena gak ada kerjaan, aku membaca-baca cerita-cerita di blognya enchi dan akhirnya tanganku mulai mengetik dan jadilah cerita ini. Ini masih dalam tahap pembelajaran, kuharap enchi mengomentarinya (harus!!! karena dirimu sudah ku backlink lagi.blogger-emoticon.blogspot.com)

35 comments:

  1. Owwww,,, melankolis sekali, hehehehe....

    ReplyDelete
  2. ada apa gerangan v? cerita apa curhat?

    ReplyDelete
  3. tar baca dulu, ribut sekali si pake bawa gergaji segalaa

    ReplyDelete
  4. yeee... uhuyyyy uhuyyy muridkuuuuuu pinterrrr... uhuyyy uhuyyy uhuyyyyy :g:

    mamakkk pinterrr

    ReplyDelete
  5. hmm kali ini serius. ukay... aku suka, teknikmu keren, terutama di bagian menyembunyikan konflik utamanya dengan cara mampir sana mampir sini (jangan kelewatan) hingga akhirnya sampai tujuannya.dan ujung konflik nusuk di belakang.sama sekali ga mikir kalau ujung2nya mayat wkwkwkwk....

    *udah ga teenlit lagi tulisanmu*

    ReplyDelete
  6. @ayas : hahahaha ini benar2 cerita bukan curhatan..... :h:
    @enchi : :d: jelek-buruknya komentarin loh..... :g:

    ReplyDelete
  7. sampai akhir,permasalahan jelas dan gampang dimengerti,cuman ngasah kalimat-kalimat biar kedengeran lebih dramatis saja sih menurutku. chayoo mak,semangattttttt :k:

    *pengen merewrite ceritamu ini,cuman inget sama komedinya yg sama sekali belum tersentuh wkwkwkwk*

    ReplyDelete
  8. baru aku sadar,dirimu lemah di dialog.karena dialog kadang malah menunjukan kepribadian penulisnya bukan karakter tokohnya, begitu juga aku sih. susah menjiwai sebuah karakter hingga kita bisa tahu bagaimana dialog ut karakter yg bersangkutan. ut melatih, sesekali bikin cerita panjang menurutku cocok, kr yg sangat susah itu adalah karakter, menurutku lohh...

    ReplyDelete
  9. enak ya dikasi backlink tiap hari, ehem ehem ehemmm

    ReplyDelete
  10. :l: dudz sama mamak ngomong apaan sih???

    ReplyDelete
  11. :m: bagus ceritanya mak :m:

    ReplyDelete
  12. Saya juga nggak suka hujan. Gara-gara hujan, jemuran jadi nggak cepat kering. Tadi siang hujan dan akibatnya rumah saya mati lampu. Waduh!

    ReplyDelete
  13. wah berhasil nih MC mengubah pencinta teenlit menjadi penggemar psikopat dan kematian hebat euy

    ReplyDelete
  14. tapi ceritanya bagus loh ddan mengenai yang lain kan moccha udah kasih komentar nggak berani komentar lagi tuh

    ReplyDelete
  15. SUITTTT..SUITTTTTT
    MBAK VITRI MAIN KE TEMPATKU YAK..
    ADA HADIAH BUAT MBAK VITRI
    DI AMBIL YAK


    :)

    ReplyDelete
  16. SUITTTT..SUITTTTTT
    MBAK VITRI MAIN KE TEMPATKU YAK..
    ADA HADIAH BUAT MBAK VITRI
    DI AMBIL YAK


    :)

    ReplyDelete
  17. Kapan ya bisa nulis kayak Neng fitry saya jadi selalu kangen buat main kesini.. bisa ajarin saya neng buat nulis?

    ReplyDelete
  18. Aku nggak bisa komentar deh..
    jagonya udah komentar duluan...

    ReplyDelete
  19. saya juga nggak suka hujan ne...
    kecuali kalau saya udah dirumah, mo hujan lebat silahkan...

    ReplyDelete
  20. hihihi...
    wajar lah kalau pas musim hujan kena flu,,

    diluar musim hujan saja masih banyak yg FLU...
    hehe

    saya malah menikmati sekali hujan di bulan november ini, dingin sekali,, hueehehehe
    enyak-enyak-enyak...

    ReplyDelete
  21. why?? ain't it November Rain??

    ReplyDelete
  22. so you wanna "Blame it On The Rain"
    *lagu jadulnya Milli Vanilli*

    ReplyDelete
  23. HAH!!! ini "muridnya" nci...........qiqiqiqiqi.........jangan ikut nulis cerita psikopat tentang pembunuhan dan kematian kayak nchi ya......syeremmmmm!!!

    *jangan bilang-nilang ma chi*

    ReplyDelete
  24. Jadi ingat lagunya guns n' roses November Rain.
    karena aku suka banget lagu itu, dan lagu itu sangat melegenda karena setiap tahun ada.
    ini memang sudah hampir setengah november,tapi di tempatku hujannya baru dikit banget,
    Cara Membuat Blog

    ReplyDelete
  25. Ceritanya bagus vie...mengena di hati yg membacanya dan ikut larut dialurnya....pokoknya mantappp...

    ReplyDelete
  26. mantap ya ceritanya................

    ReplyDelete
  27. Masalah penilaian kurang ngerti, jd bagian ngebacanya aja.. :)

    ReplyDelete
  28. yahhhh, mellow dahhh....
    aku ga suka ujan di bulan november, sukanya di bulan desemberr :p

    ReplyDelete
  29. jangan bilang tdak suka pada hujan...
    karena itu bertolak belakang dengan apa yang sedang aku pikirkan...
    hujan memang bikin basah, tapi dibalik derasnya butiran yang menghujam, ada sejuk yang mencuat...

    ***ah opo kui!

    ReplyDelete
  30. kereen ceritanya. hehhee. terpengaruh sama nchi nih

    ReplyDelete
  31. untaian kata-kata yang 'indah' banget.
    Btw, saya malah paling suka hujan. Sejuknya membasahi hati dan derunya membawaku ke alam mimpi

    ReplyDelete
  32. suasan hujan atau gerimis mengundang perasaan sepi dan sendiri.

    sepi dan sendiri...aku benci!!

    ReplyDelete
  33. menghaturkan teirmakasih atas komentarnya yang bermutu di cerpen terbaru saya, saya sangat menghargainya, apalagi komentar itu berupa kritik yang sangat membangun dan membantu, jadi dengan demikian saya bisa lebih merevisi dan tahu diri untuk jangan selalu coba-coba... lah kok jaid gitu ya komentnya kwkkwkwwk

    but, intinya depan2nya tadi bener. thanks makk ^ ^

    ReplyDelete
  34. have a nice weekend sis :)

    ReplyDelete
  35. Udah bagus loooo...!
    Cuman, kalau memang genre nya agak thriller,, musti pemilihan katanya di cari yang bagus Vie. Udah follow Graha Sastra nya Mbak Fanny? Di sana banyak tips-tips bagus..

    Contohnya..

    "Diluar jendela semakin gemuruh, hujan dan petir semakin bersatu, seperti supporter yang terus menyemangatiku ..."

    "Seenggaknya malam ini adalah terakhirnya aku melihat hujan..."

    Hihihihi, maaf - serasa sok tahu mengomentari..
    Oh iya, tanpa Vie sadarin.. pemakaian "Kau" juga berubah jadi "nya"

    Menurut gek sih, justru bagus, karena bervariasi.. (nanti saya tanya pakarnya dulu yaaa...!!! hehehehehe!)

    Sori dori mori, udah komen telat, panjang pula!
    Selamat nulis,, semangat yukss..
    xo

    ReplyDelete

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com