28 Dec 2015

2016 Nanti

0

Setahun sudah terlewati, 2016 sebentar lagi. Entah kenapa, kali ini aku tidak seantusias tahun kemarin, kali ini aku ingin waktu bergerak lambat. Desember 2015, aku masih ingin disini. Ada ketakutan yang tidak nyata akan kenangan-kenangan yang tercipta di 2015, apakah nanti kenangan-kenangan itu akan berakhir sama dengan kenangan lainnya, menjadi pahit saat diputar ulang.

Setahun sudah aku mengenalmu, 2016 mulai merangkak maju. Apakah di 2016 nanti kamu masih menawarkan lelucon-lelucon konyol itu? Apakah di 2016 nanti kamu masih mengukir cerita di buku kehidupanku? Atau nanti kamu sudah tidak lagi menjadi tokoh utamanya? Entahlah.

2016 nanti, akankah aku dan kamu wisuda bersama? Akankah aku dan kamu di 2016 nanti masih seperti aku dan kamu di 2015? Akankah aku atau kamu akan berubah, tak lagi saling mempedulikan? Akankah aku dan kamu tak lagi sedekat kita di 2015? Entahlah.

Jika boleh memilih, aku ingin tertinggal di 2015. Bermain-main bersama kenangan-kenangan kita, kebersamaan kita, aku dan kamu yang melebur jadi kita. Aku ingin tetap berada di hari itu, minggu itu, bulan itu di Tahun 2015. Ketika kamu menjemputku, ketika kamu mengajakku ke rumah teman, ketika kamu terasa sangat dekat di hatiku, ketika aku dan kamu duduk di tempat itu, ketika kamu mengantarku, ketika aku dan kamu mencari makan di malam hari, ketika kamu membangunkanku saat sahur, mengucapkan selamat berbuka, ketika kamu menungguku, ketika aku menunggumu, ketika aku menjemputmu, ketika kita berbicara dari hati ke hati, ketika saling mengejek, bercanda, tertawa, di kampus, di jalan, di halte usang, di atas kendaraan, di pinggir jalan, di warung kopi, saat aku sedang marah, saat aku bersedih, saat kamu perhatian, saat kamu tertawa, saat kamu sedang bingung.

Jika boleh memilih, biarkan saja aku tertinggal di 2015. Kuliah, kampus, tugas, kantin, jalan, motor, instagram, laptop, kertas, mie ayam, makan, cincin, coc, dhs, telp, sakit, khawatir, teman, sendiri, proposal, skripsi, printer, bbm, sms, tidur, ucapan, malam, detak, bahagia, cemburu, perasaan, hati, siang, macet, lampu kota, puasa, ciplukan, lelaki, curhat, cerita, tertawa, airmata, nasi goreng, game, hujan, halte, kost, rayuan, basket, sepatu, senin, rabu, cuek, pecel, pop ice, sinar, mata, sedih, spp, marah, ppt, kkn, kemeja, email, sandal, kopi, jurnal, wanita, suka, rindu, introvert, kelas, buku, menunggu, duduk, berdua, ekstrovert, konflik, gazebo, colokan, usb, ban, sholat, pantai, ponsel, kamera, foto, mama, almamater, agustus, imam, KAMU.
***

Surabaya
28/12/2015-11:35

Kenangan saat bersamamu

Related Posts:

  • #Day1 : Kekasih Yang Didambakan Saya pernah sangat mendambakannya. Saat saya membaca tulisan 'Kekasih yang Didambakan', entah kenapa mata saya berkaca-kaca, semua memori berkeleb… Read More
  • Kamu. Kata. Buku. Imajinasi Jika kamu adalah sebuah buku, maka aku sudah jatuh cinta pada halaman pertama. Kamu tak perlu tahu alasan yang bisa membuatku mencintaimu, kamu ta… Read More
  • Hujan. Desember. Kamu Setiap tetesnya membawa cerita tentang kamu. Selamat pagi, Desember. Za tak pernah bosan menyapa Desember dengan kalimat selamat pagi. Baginya Des… Read More
  • 2016 NantiSetahun sudah terlewati, 2016 sebentar lagi. Entah kenapa, kali ini aku tidak seantusias tahun kemarin, kali ini aku ingin waktu bergerak lambat. Dese… Read More
  • Dimana hatimu? Kau letakkan dimana hatimu? Aku melihatnya, terpasang indah di dekat leher. Kemudian aku mengaguminya, terlihat menyatu dengan auramu. Lalu aku te… Read More

0 orang yang sudi mengomentari:

Post a Comment

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com